Elitnesia.id|Bireuen,— Pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Peusangan, dua gampong terdampak, yakni Gampong Cot Bada Barong dan Gampong Cot Bada Tunong, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Jumat (8/1/2026). Forum ini menjadi langkah awal menata kembali arah pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Musrenbangdes masing-masing gampong dilaksanakan di gedung serbaguna setempat sebagai bagian dari tahapan penyusunan rencana pembangunan desa tahun anggaran 2026, khususnya dalam konteks pemulihan pascabencana banjir.
Dalam forum tersebut, masyarakat bersama pemerintah gampong menyampaikan sejumlah usulan prioritas. Fokus utama diarahkan pada pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, normalisasi saluran air, serta perbaikan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat banjir. Selain sektor fisik, usulan juga mencakup bidang sosial, budaya, olahraga, dan kepemudaan.
Isu kesejahteraan masyarakat turut mengemuka, terutama pada sektor kesehatan melalui program pencegahan stunting serta penguatan ekonomi keluarga. Seluruh usulan tersebut dibahas secara partisipatif untuk disesuaikan dengan kebutuhan mendesak dan kapasitas pendanaan yang tersedia.
Pemerintah gampong menjelaskan, sebagian program prioritas direncanakan dapat dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, usulan lain akan diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen serta Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRK Bireuen. Sinergi lintas sumber pendanaan ini diharapkan mampu mendorong pembangunan desa secara bertahap dan berkelanjutan.
Musrenbangdes tersebut dihadiri Camat Peusangan Alfian, S.Sos, Kapolsek Peusangan AKP Abdullah, S.Sos, Danramil Peusangan Kapten Kav Imron Suryadani, Keuchik Gampong Cot Bada Barong Zulyadi, Pj Keuchik Gampong Cot Bada Tunong Syahruddin, serta unsur perangkat gampong, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Musrenbangdes dinilai menjadi titik strategis dalam pembangunan gampong, tidak hanya sebagai perencanaan pembangunan fisik, tetapi juga sebagai fondasi penyusunan data dan penguatan sumber daya manusia. Pascabanjir, forum ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa pembangunan harus terencana, berbasis kebutuhan masyarakat, dan berorientasi jangka panjang demi meningkatkan ketahanan sosial dan kesejahteraan warga.
Sumber : Amat Asah Parang
Redaksi/editor : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar