Elitnesia.id|Bireuen, — Kepolisian Resor (Polres) Bireuen menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dengan turun langsung membersihkan UPTD SD Negeri 26 Peusangan yang terdampak banjir. Aksi sosial tersebut berlangsung di Gampong Kappa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (8/1/2026).
Puluhan personel Polres Bireuen dikerahkan dalam kegiatan itu, dipimpin Ketua Tim yang juga Kepala Seksi Hukum (Kasi Kum) Polres Bireuen, AKP Azharuddin, SH. Personel berasal dari sejumlah polsek, di antaranya Polsek Gandapura, Kutablang, dan Peusangan, masing-masing mengutus dua anggota sebagai bentuk solidaritas lintas wilayah.
Meski hujan masih mengguyur, para personel tetap bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang menutupi halaman sekolah. Dengan peralatan seadanya, seperti cangkul dan gerobak, mereka mengangkat endapan lumpur bersama para guru dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Peusangan, guru SDIT Al-Falah Pante Gajah, serta dewan guru setempat.
Kepala UPTD SDN 26 Peusangan, Safaruddin, S.Pd, mengatakan banjir sempat merendam sekolah selama dua hari. Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter di halaman sekolah dan 0,5 meter di dalam ruang kelas.
“Setelah banjir surut, lumpur setebal 0 hingga 30 sentimeter mengendap hampir di seluruh area sekolah. Para guru sudah bergotong royong membersihkan ruang kelas, bahkan dibantu relawan dari Lembaga Al Koyyem Jakarta. Namun halaman sekolah memang masih membutuhkan penanganan serius,” ujar Safaruddin.
Ia menjelaskan, sekolah tersebut memiliki tujuh ruangan yang terdiri atas lima ruang kelas, satu kantor guru, dan satu perpustakaan. Seluruh ruangan sempat terendam lumpur, menyebabkan sejumlah buku, perabot, mobiler, dan fasilitas belajar rusak.
Menurut Safaruddin, letak sekolah yang berdekatan dengan aliran Krueng Peusangan dan Bendungan Irigasi Kappa membuat SDN 26 Peusangan rentan terdampak banjir setiap musim hujan.
Kehadiran Polres Bireuen dalam aksi pembersihan ini dinilai bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud komitmen Polri dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Lingkungan sekolah yang bersih dan layak menjadi syarat utama agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal.
Aksi tersebut sekaligus menegaskan peran Polri sebagai mitra masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda.
Langkah Polres Bireuen ini diharapkan dapat menginspirasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk turut berkontribusi memulihkan sarana pendidikan yang terdampak bencana, sehingga tidak ada anak yang kehilangan haknya untuk bersekolah akibat musibah alam.
Sumber : Amat Asah Parang
Redaksi/editor : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar