Elitnesia.id|Bireuen,— Tokoh masyarakat Kabupaten Bireuen, Abu Tarmizi yang akrab disapa Abu Midi, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Bireuen, Ir. H. Muklis, ST, dalam menangani bencana yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Ia menilai bupati menunjukkan sikap tanggap dan bertanggung jawab dengan turun langsung ke lapangan, bukan hanya menerima laporan secara administratif.
Menurut Abu Midi, kehadiran langsung bupati di lokasi bencana memberikan dampak psikologis yang besar bagi masyarakat. Warga merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan menghadapi musibah sendirian. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan kepemimpinan yang hadir dan bekerja nyata di tengah krisis.
“Bupati tidak hanya mendengar laporan dari bawahan, tetapi benar-benar turun melihat kondisi masyarakat. Ini menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab sebagai pemimpin,” ujar Abu Midi.
Berdasarkan pengalamannya yang kerap mengunjungi berbagai daerah di Aceh, Abu Midi menilai respons Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam penanganan bencana kali ini termasuk cepat dan sigap. Ia menyebut, kecepatan dalam merespons sangat penting untuk meminimalkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Namun demikian, Abu Midi juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sistem pendataan kerusakan yang dilakukan oleh pihak terkait, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menegaskan bahwa pendataan kerusakan akibat banjir dan lumpur tidak bisa disamakan dengan skema pendataan akibat gempa, karena karakteristik dan dampaknya berbeda.
“Kerusakan akibat banjir dan lumpur menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk perabot rumah tangga, lahan usaha, dan sumber penghidupan. Karena itu, sistem pendataan harus benar-benar disesuaikan agar masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Abu Midi juga menyampaikan bahwa dalam bencana berskala besar, kekurangan dalam penanganan merupakan hal yang sulit dihindari. Ia menilai kondisi tersebut harus dipahami secara proporsional, mengingat luasnya wilayah terdampak dan besarnya kerusakan yang terjadi.
Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, camat, hingga para keuchik dan masyarakat, untuk tetap menjaga kekompakan dan mendukung proses pemulihan. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Kita harus satukan persepsi dan saling mendukung. Jangan ada perpecahan. Ini saatnya semua pihak bersatu agar masyarakat bisa segera bangkit dan pulih dari dampak bencana,” tutup Abu Midi.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar