Elitnesia.id|Aceh Timur ,– Rangkaian kegiatan Subuh berjamaah yang dirangkai dengan penyerahan paket ibadah dan santunan anak yatim berlangsung khidmat pada Jumat pagi, 20/02/2026, di Masjid Agung Darussalihin Idi.
Kegiatan Subuh berjamaah tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, bersama rombongan Forkopimda, para Kepala OPD, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Dalam Negeri kali ini merupakan yang ketiga kalinya ke Aceh Timur.
“Pertama ke Lokop, kedua ke Desa Sahdalam, dan yang ketiga hari ini. Bagi masyarakat Aceh Timur, ini merupakan sebuah kebanggaan atas kepedulian Bapak Menteri pascabencana, baik sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana maupun sebagai bentuk pelaksanaan tugas dari Bapak Presiden. Terima kasih Pak Menteri,” ujar Bupati.
Penyerahan Paket Ibadah dan Bantuan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri didampingi Bupati Aceh Timur menyerahkan secara simbolis:
• 100 paket ibadah
• 1.000 potong aneka pakaian
• 2.000 potong jilbab
• 2.000 potong celana
• 2.000 potong kemeja
• 200 jaket anak
• 400 jaket dewasa
• 200 rompi anak
• 200 rompi dewasa
Bantuan tersebut dibagikan kepada jamaah tetap Masjid Agung Darussalihin Idi serta masyarakat terdampak bencana. Selain itu, juga diserahkan santunan dan donasi bagi anak-anak yatim yang terdampak musibah.
Sebelum penyerahan paket ibadah dan santunan anak yatim Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa sebelum tiba di Aceh Timur, dirinya melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang, melaksanakan salat tarawih, kemudian melanjutkan perjalanan ke Aceh Timur dan bermalam di Royal Hotel Idi untuk berkoordinasi dengan Bupati serta jajaran Forkopimda terkait penanganan bencana secara intensif.
Ia menyebutkan bahwa dari 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang terdampak bencana, terdapat sekitar 8 daerah yang mengalami dampak cukup berat, terutama persoalan lumpur, kerusakan persawahan dan irigasi, serta permasalahan kayu. Sementara di wilayah dataran tinggi, tantangan utama berupa pergeseran tanah akibat longsor karena kondisi perbukitan dan pegunungan.
Sebagai Kepala Satgas Penanganan Bencana, Menteri menegaskan bahwa mobilisasi bantuan moril dan materil terus dikoordinasikan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Saya berkoordinasi dengan Bupati terkait kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak di Aceh Timur. Kita berharap Aceh Timur dapat bangkit dan lebih maju ke depan. Saya juga berharap kepada para ulama, keuchik, dan camat untuk bersama-sama membantu penanganan irigasi, persawahan, sosial kemasyarakatan, serta terus memanjatkan doa agar keadaan segera membaik,” ungkapnya.
Kegiatan Subuh berjamaah yang dirangkai dengan aksi sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Timur, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Sumber : Amat Asah Parang
Edi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar