Elitnesia.id|Bireuen,- Ketua Umum PB HIMABIR (Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen), Jamalul, menyampaikan keprihatinan atas dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.
Jamalul menegaskan bahwa peristiwa ini harus dilihat terutama dari sudut kepentingan terbaik bagi anak-anak Bireuen. Anak-anak merupakan penerima manfaat langsung dari program tersebut, sekaligus kelompok yang paling berisiko apabila standar keamanan pangan tidak dijalankan secara optimal. Oleh karena itu, setiap langkah penanganan dan kebijakan lanjutan perlu diarahkan sepenuhnya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan anak.
Menurut Jamalul, pendekatan yang paling bertanggung jawab saat ini bukanlah membangun penilaian prematur terhadap pihak tertentu, melainkan memperkuat sistem penyelenggaraan program secara menyeluruh. Penanganan yang berfokus pada pembenahan tata kelola justru menjadi fondasi utama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
PB HIMABIR memandang bahwa dugaan keracunan ini menunjukkan pentingnya peninjauan menyeluruh terhadap seluruh mata rantai pelaksanaan MBG, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian kepada peserta. Setiap tahapan harus dievaluasi secara objektif dengan ukuran utama perlindungan kesehatan anak.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Jamalul selaku Ketua Umum PB HIMABIR mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG oleh pihak-pihak yang berwenang secara terbuka dan akuntabel. Evaluasi tersebut diharapkan mampu memperkuat standar operasional, sistem pengawasan, serta mekanisme pencegahan risiko, sehingga penyelenggaraan program benar-benar berjalan sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak-anak Bireuen.
PB HIMABIR menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak merupakan batas etis yang tidak dapat dikompromikan dalam setiap kebijakan pelayanan publik. Setiap upaya perbaikan harus menjadikan perlindungan anak sebagai orientasi utama, bukan sekadar sebagai pelengkap dalam proses administrasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar