Elitnesia.id|Bireuen,— Pemerintah Gampong Lhok Mambang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, menyerahkan satu unit Rumah Layak Huni (RLH) kepada Khaidir (43), warga kurang mampu yang terdampak banjir. Penyerahan kunci rumah dilakukan di Dusun Muda Balia, Minggu (8/2/2026).
Khaidir yang bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah toko aluminium di Krueng Mane, Aceh Utara, selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ia bersama istrinya, Riza Safitri (37), serta dua anak mereka, Sultan Alfaris (7) dan Mia Aurelia (4), sebelumnya tinggal menumpang di rumah orang tua bersama dua kepala keluarga lainnya.
Camat Gandapura Azmi, S.Ag., dalam sambutannya berharap rumah tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh penerima. Menurut dia, meski rumah bantuan memiliki keterbatasan, keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima.
“Semoga rumah ini menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai positif, meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, serta menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi keluarga,” ujar Azmi.
Sementara itu, Keuchik Gampong Lhok Mambang, M. Kansil (35), menjelaskan bahwa rumah berukuran 5 x 7 meter tersebut dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan anggaran sekitar Rp 70 juta. Pembangunan rumah ini merupakan implementasi Peraturan Bupati yang mewajibkan setiap gampong mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan minimal satu unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu.
“Pada 2025, Dana Desa Gampong Lhok Mambang baru mampu membangun satu unit rumah karena juga dialokasikan untuk sektor lain seperti kesehatan, sosial budaya, dan infrastruktur persawahan,” kata Kansil.
Selain itu, Dana Desa juga digunakan untuk pembangunan tiga unit sumur bor beserta perangkat pendukungnya dalam rangka mendukung ketahanan pangan bidang pertanian yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Lhok Mambang, yang mengelola 20 persen Dana Desa tahun 2025.
Kansil menambahkan, penetapan Khaidir sebagai penerima bantuan rumah merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat agar bantuan tepat sasaran dan mencerminkan keadilan sosial di tingkat gampong.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga melaporkan dampak banjir yang melanda wilayah Lhok Mambang dua bulan lalu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah warga, kerusakan pematang tambak seluas 56 hektar, saluran pengatur air sawah sepanjang 276 meter, serta jebolnya tanggul Krueng Leubu yang membutuhkan penanganan segera.
Penyerahan rumah layak huni ini menunjukkan bahwa Dana Desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk memulihkan kehidupan dan menjaga martabat warga miskin pascabencana banjir hidrometeorologi di Aceh.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Gandapura, Keuchik Lhok Mambang, Imum Gampong, Kasi Pembangunan, serta pendamping lokal desa, Muhammad Idris.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar