• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Polres Bireuen Gotong Royong Pulihkan SDN 6 Peusangan Siblah Krueng Pascabanjir

    06 Februari 2026, 12:21 WIB Last Updated 2026-02-06T05:21:10Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen, — Puluhan personel Polres Bireuen bergotong royong membersihkan endapan lumpur serta mengevakuasi mobiler sekolah yang rusak di UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng, Gampong Pante Baro Glee Siblah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir hidrometeorologi.



    Aksi tersebut merupakan bagian dari program Jumat Bersih Polres Bireuen yang difokuskan pada pemulihan fasilitas umum, khususnya sekolah-sekolah yang masih terdampak banjir. Hingga lebih dari dua bulan pascabanjir, sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen masih dipenuhi lumpur yang menghambat proses belajar mengajar.



    Kegiatan gotong royong melibatkan personel dari jajaran Polres, Polsek, dan Pos Polsek se-Kabupaten Bireuen. Kegiatan dipimpin Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Darmansyah dengan ketua tim lapangan Kasat Tahti Polres Bireuen Iptu Misbahuddin.



    Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, gerobak sorong, mesin penyedot air, pel lantai, dan sapu, para personel membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah, membuang perabot yang rusak, serta menata kembali sarana yang masih dapat digunakan.



    Di tengah kegiatan, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Sejumlah murid dan guru terpaksa belajar di lantai akibat kerusakan mobiler. Saat jam istirahat, beberapa siswa bahkan ikut membantu mendorong gerobak berisi lumpur kering bersama personel kepolisian.



    Kepala UPTD SD Negeri 6 Peusangan Siblah Krueng, Anita (48), mengatakan ketinggian air saat banjir mencapai sekitar dua meter dan meninggalkan endapan lumpur hingga 50 sentimeter di sejumlah titik sekolah.



    “Sekolah sudah harus aktif kembali sejak 5 Januari 2026, sehingga berbagai upaya pembersihan dilakukan, mulai dari bantuan TNI Yonif TP 837 Kodam V/Brawijaya, K3S UPTD Wilayah Peusangan Siblah Krueng, hingga para guru. Namun hasilnya masih jauh dari kondisi bersih sempurna,” ujar Anita.



    Ia menambahkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh mobiler yang tersimpan di gudang mengalami kerusakan berat sehingga proses belajar terpaksa dilakukan dengan fasilitas terbatas.



    Menurut Anita, sekolah juga telah menerima sejumlah bantuan pascabanjir, di antaranya tas sekolah dari Komunitas Persis Peduli, seragam sekolah dari Grup IPEMI yang terdiri atas para istri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bireuen, alat tulis dari Ummul Qura dan pengawas UPTD wilayah setempat, serta peralatan kebersihan dari PMI Kabupaten Bireuen.



    Kegiatan gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Polri dalam mendukung pemulihan pendidikan dan membantu masyarakat bangkit pascabencana.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini