• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (571) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (83)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kepala Sekolah di Bireuen Ikuti Sosialisasi Penyusunan RKAS Dana BOS Afirmasi 2026

    11 Mei 2026, 21:25 WIB Last Updated 2026-05-11T14:25:38Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen — Para kepala Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) daerah pedalaman dan terpencil se-Kabupaten Bireuen mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Tahun 2026 yang berlangsung di Bireuen Jaya, Senin (11/05/2026).


    Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman satuan pendidikan terhadap pengelolaan Dana BOS Afirmasi dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) agar berjalan efektif, transparan, akuntabel, serta sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku pada tahun 2026.

    Acara diikuti puluhan kepala sekolah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen, khususnya sekolah yang berada di wilayah terpencil, tertinggal, dan memiliki keterbatasan akses layanan pendidikan. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.


    Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Khairul Mursalin, S.Pd., MM dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Dana BOS Afirmasi merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan membantu sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya bagi sekolah yang berada di daerah khusus dan memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.


    Ia menyampaikan bahwa penggunaan Dana BOS Afirmasi Tahun 2026 harus mengacu pada petunjuk teknis pengelolaan dana yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban.


    “Penyusunan RKAS harus dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan sekolah dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Seluruh penggunaan anggaran wajib transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Khairul Mursalin.


    Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diberikan penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan Dana BOS Reguler, BOS Afirmasi, serta Dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan tahun 2026. Materi yang dipaparkan meliputi tata cara penyusunan RKAS berbasis kebutuhan sekolah, penginputan anggaran pada aplikasi yang ditetapkan pemerintah, hingga ketentuan pelaporan realisasi penggunaan dana.


    Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya penguatan administrasi sekolah agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan pendidikan. Kepala sekolah diminta lebih cermat dalam menyusun program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas belajar peserta didik.


    Dana BOS Afirmasi tahun 2026 diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran, pengadaan sarana pendukung pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, digitalisasi sekolah, peningkatan kualitas lingkungan belajar, serta kebutuhan lain yang menunjang proses pendidikan di daerah khusus.


    Sementara Dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan diarahkan untuk mendukung operasional layanan pendidikan nonformal dan pendidikan anak usia dini agar tetap berjalan optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar pembelajaran dan pelayanan peserta didik.


    Melalui kegiatan tersebut, para kepala sekolah diharapkan mampu menyusun RKAS secara tepat, terukur, dan sesuai ketentuan, sehingga pemanfaatan Dana BOS dan BOP pada tahun 2026 dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bireuen.


    Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai persoalan teknis pengelolaan dana pendidikan di lapangan. Para peserta juga menyampaikan sejumlah kendala yang selama ini dihadapi sekolah terpencil, mulai dari keterbatasan akses internet, administrasi pelaporan, hingga kebutuhan sarana pendidikan yang masih minim.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini