Elitnesia.id|Banda Aceh, — Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel berdampak luas hingga ke sektor pendidikan. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil meski sempat terjadi gencatan senjata membuat sejumlah kampus di Iran terpaksa menghentikan aktivitas, termasuk menutup asrama mahasiswa.
Kondisi ini turut dirasakan oleh mahasiswi asal Aceh, Laili Lukman, yang sedang menempuh studi magister di Ahlul Bayt International University, Teheran. Penutupan kampus dan fasilitas asrama memaksanya mencari tempat tinggal secara mandiri, tanpa lagi dukungan pembiayaan dari kampus, di tengah meningkatnya biaya hidup.
Azwir Nazar, mantan Presiden PPI Turki dan alumni S3 Komunikasi Politik Hacettepe University, mendorong Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah membantu mahasiswa Aceh yang terdampak konflik tersebut.
Menurutnya, kondisi serupa pernah terjadi di beberapa negara seperti Turki, Mesir, dan Sudan, di mana mahasiswa Indonesia mengalami kesulitan akibat situasi politik dan keamanan.
“Saya mendapat informasi dari jaringan alumni mahasiswa luar negeri bahwa ada mahasiswi S2 asal Aceh di Teheran yang terdampak langsung. Kampus dan asramanya ditutup, sehingga ia harus mencari tempat tinggal sendiri tanpa lagi mendapat dukungan biaya. Pemerintah perlu hadir membantu, apalagi kondisi ekonomi semakin berat dan situasi belum kondusif,” ujar Azwir.
Laili Lukman merupakan putri daerah asal Banda Aceh dan alumni UIN Ar-Raniry dari jurusan Hukum Pidana Islam dan Kriminologi.
Azwir berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Aceh agar mahasiswa tersebut dapat melanjutkan pendidikan dengan aman di tengah situasi sulit.
“Kita berharap Pemerintah Aceh dapat membantu adinda kita ini agar tetap bisa melanjutkan kuliah, terutama di masa yang penuh tantangan seperti sekarang,” pungkasnya.
Redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar