• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (89)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H Dirangkai Harlah ke-3 IPARI Bireuen, Wujud Kepedulian dan Penguatan Peran Penyuluh Agama

    25 Juni 2026, 10:06 WIB Last Updated 2026-06-25T03:06:14Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen – Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah dengan tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri dan Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen, Kamis (25/6/2026), di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.


    Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kepedulian sosial tersebut diawali dengan penyerahan bingkisan dan santunan kepada anak yatim serta penyandang disabilitas yang hadir sebagai perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.


    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M.Pd, didampingi para kepala seksi dan pejabat terkait, menyerahkan langsung bantuan kepada para penerima manfaat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPARI yang selama tiga tahun terakhir terus menunjukkan eksistensi dan dedikasinya dalam melayani masyarakat.


    “Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Ini adalah bukti nyata bahwa IPARI hadir, bertumbuh, dan dipercaya masyarakat. Penyuluh agama merupakan ujung tombak pembangunan peradaban sekaligus mitra strategis Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama dan pemberdayaan umat,” ujarnya.


    Ia juga mendorong seluruh penyuluh agama untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun organisasi yang semakin profesional dan berdampak.




    Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Bireuen, Drs. Muzakkir, menjelaskan bahwa peringatan Harlah ke-3 tahun ini dirancang lebih dari sekadar seremoni. Berbagai kegiatan disusun untuk mendorong kreativitas sekaligus memperkuat empat fungsi utama penyuluh agama, yaitu informatif, edukatif, konsultatif, dan advokatif.


    Menurut Muzakkir, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IPARI untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah dan pelayanan publik yang efektif.


    “Melalui Harlah ke-3 ini, kami ingin mempertegas komitmen IPARI sebagai organisasi profesi yang terus berkembang, semakin matang, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.


    Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Bireuen, Zulfan, S.E., melaporkan bahwa kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.


    Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menyalurkan 150 paket bantuan yang didistribusikan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen dengan dukungan para penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI di masing-masing wilayah.


    “Program ini merupakan hasil kolaborasi antara kegiatan zakat dan infak dengan IPARI Kabupaten Bireuen sehingga penyaluran bantuan dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih luas dan tepat sasaran,” jelasnya.


    Dalam kegiatan tersebut, setiap KUA kecamatan menghadirkan perwakilan anak yatim dan penyandang disabilitas untuk menerima santunan dan bingkisan secara simbolis. Kehadiran mereka menjadi pengingat pentingnya semangat kebersamaan, kepedulian, dan inklusivitas dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.


    Peringatan Harlah ke-3 IPARI Kabupaten Bireuen sekaligus pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, penyuluh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas, humanis, dan berdampak bagi umat.


    “Organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang tidak pernah jatuh, melainkan organisasi yang selalu bangkit dan belajar lebih cepat. Selamat Harlah ke-3 IPARI. Semoga semakin jaya, semakin matang, dan semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tutup Dr. H. Zulkifli, M.Pd.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini