• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Bupati Al-Farlaky Perjuangkan Pengembangan Monisa ke Kementerian Kebudayaan, Undang Fadli Zon Hadiri Seminar di Peureulak

    21 Agustus 2026, 10:12 WIB Last Updated 2026-08-21T03:12:43Z

     


    Elitnesia.id|Jakarta ,– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., membawa pengembangan kawasan Monisa di Peureulak ke tingkat nasional. Dalam audiensi dengan Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., Kamis (20/8/2026), Bupati secara khusus meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan kawasan yang memiliki nilai penting dalam sejarah Peureulak dan perkembangan peradaban Islam di Asia Tenggara.


    Pertemuan berlangsung di Ruang Mataram, Gedung E Lantai 2 Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta. Bupati Al-Farlaky menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak ingin jejak sejarah Peureulak berhenti sebatas cerita masa lalu, tetapi harus dirawat, dikembangkan dan diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat, terutama generasi muda.


    “Sejarah Peureulak ini tidak cukup hanya dikenang. Kita ingin dirawat, dikembangkan dan dikenalkan secara lebih luas kepada generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Al-Farlaky.


    Menurutnya, kawasan Monisa memiliki posisi strategis dalam memperkuat identitas sejarah dan kebudayaan Aceh Timur. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam aspek pelestarian, penguatan kawasan, edukasi sejarah serta pengenalan warisan budaya kepada masyarakat luas.


    Dalam audiensi tersebut, Bupati juga secara langsung mengundang Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk datang ke Aceh Timur menghadiri Seminar Monisa yang direncanakan berlangsung di Peureulak pada November 2026.


    Al-Farlaky berharap Fadli Zon dapat hadir sekaligus membuka seminar dan menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan yang akan mengangkat sejarah, nilai kebudayaan dan posisi penting Monisa serta Peureulak dalam perjalanan sejarah kawasan.


    “Kami mengundang Bapak Menteri untuk hadir ke Aceh Timur, membuka sekaligus menjadi pemateri pada Seminar Monisa di Peureulak pada November nanti. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah Peureulak secara lebih luas,” katanya.


    Bupati menilai seminar tersebut dapat menjadi ruang akademik sekaligus kebudayaan untuk mempertemukan pemerintah, sejarawan, budayawan, akademisi dan masyarakat dalam menggali kembali sejarah Peureulak secara lebih komprehensif.


    Pertemuan dengan Menteri Kebudayaan turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, S.Sos., MPP., Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani, S.S., M.M., serta Tenaga Ahli Menteri Kebudayaan Keanu Trisulo.


    Dari Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky didampingi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Gerindra T.A. Khalid, M.M., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur Rijalul Fikri, SKM., dan Direktur UPTD RSUD dr. Zubir Mahmud Idi dr. Edi Gunawan, MARS.


    Al-Farlaky menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus mendorong agar warisan sejarah dan kebudayaan Peureulak mendapat perhatian lebih besar di tingkat nasional. Pengembangan Monisa diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelestarian situs atau peninggalan sejarah, tetapi juga mampu menjadi ruang edukasi, kebudayaan dan penguatan identitas daerah.


    “Harapan kita, Monisa tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi menjadi ruang edukasi dan kebudayaan yang memperkuat identitas sejarah Aceh Timur sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*) /(Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini