• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (92)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Bupati Bireuen dan Kepala OJK Aceh Tegaskan Menabung Sejak Dini, 1.000 Pelajar Terima Rekening SimPel

    27 Agustus 2026, 17:23 WIB Last Updated 2026-08-27T10:23:17Z


    Elitnesia.id|Bireuen ,– Budaya menabung sejak usia sekolah kembali ditegaskan sebagai investasi penting dalam membangun kemandirian generasi muda. Hal itu mengemuka saat Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh Daddi Peryoga membuka secara resmi Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Kamis (27/8/2026).


    Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni. Sebanyak 1.000 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) diserahkan secara simbolis kepada siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen melalui Bank Aceh Syariah dan Bank Syariah Indonesia (BSI).


    Selain rekening tabungan, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh juga menyerahkan secara simbolis perlindungan asuransi kecelakaan diri kepada para siswa.


    Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST menegaskan, Hari Indonesia Menabung harus dimaknai sebagai gerakan membangun karakter dan kemandirian finansial generasi muda, bukan sekadar agenda tahunan.


    «“Masa depan yang kokoh tidak dapat dibangun secara mendadak. Masa depan dirajut sedikit demi sedikit melalui kedisiplinan, perencanaan yang matang, serta pemahaman keuangan yang bijak sejak usia sekolah,” ujar Mukhlis.»


    Menurutnya, kebiasaan menabung harus ditanamkan sejak dini karena bukan hanya mengajarkan anak menyisihkan uang, tetapi juga melatih disiplin, menentukan prioritas, mengendalikan keinginan dan merencanakan kebutuhan.


    Ia menilai, literasi keuangan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan. Anak-anak harus memahami bagaimana menggunakan uang secara bijak, mengenali layanan keuangan formal, sekaligus mampu menghindari perilaku konsumtif dan berbagai risiko keuangan.


    “Anak-anak kita harus dibekali pengetahuan bagaimana mengelola uang, merencanakan kebutuhan, menabung, serta memahami berbagai layanan keuangan secara bijak,” tegasnya.


    Momentum tersebut sekaligus memperkuat dukungan Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai kebijakan afirmatif dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.


    Bupati mengatakan, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak anak yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, kemandirian serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.


    “Setiap anak di Kabupaten Bireuen memiliki martabat, potensi, dan hak yang sama untuk belajar, bermimpi, serta meraih masa depan yang gemilang. Tidak boleh ada satu pun anak yang merasa berkecil hati,” katanya.


    Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga mengajak para pelajar membangun kebiasaan menabung tanpa harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar.


    “Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan melatih kita untuk menata masa depan demi harapan yang lebih baik. Kita tidak perlu menunggu uang banyak untuk belajar mengelola uang, semua dimulai dari latihan sedikit demi sedikit,” ujarnya.


    Daddi juga mendorong para pelajar Bireuen berani memiliki cita-cita besar dan mempersiapkan diri sejak dini. Menurutnya, generasi muda dapat memilih berbagai profesi sesuai minat dan kemampuan, termasuk menjadi guru, pengusaha, aparat penegak hukum, ahli teknologi dan kecerdasan buatan (AI), hingga pemimpin daerah.


    Karena itu, literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan pendidikan. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki cita-cita, tetapi juga harus mampu merencanakan masa depan dan mengelola sumber daya yang dimiliki secara bertanggung jawab.


    Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) menjadi salah satu instrumen yang diperkuat dalam kegiatan tersebut. Kepemilikan rekening sejak usia sekolah diharapkan memperkenalkan pelajar pada sistem keuangan formal sekaligus membuka akses terhadap berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk bantuan, beasiswa, dan pengembangan kreativitas.


    Peringatan HIM 2026 di Bireuen turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Aceh, Direktur Utama Bank Aceh Syariah selaku Ketua FKIJK Aceh, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh/TPAKD Provinsi Aceh, Asisten II Setdakab Bireuen, jajaran OJK Aceh, pimpinan lembaga jasa keuangan, kepala sekolah, guru, pengasuh dan tenaga pendidik.


    Sekitar 1.000 pelajar dan santri dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, SMAN 1 Juli dan Pesantren Modern Al Zahrah mengikuti rangkaian kegiatan.


    Puncak acara ditandai pemukulan bedug bersama oleh Bupati Bireuen dan Kepala OJK Aceh, dilanjutkan penyerahan cinderamata serta penyerahan simbolis 1.000 rekening SimPel dan perlindungan asuransi kecelakaan diri.


    Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, melainkan menanam kebiasaan, membangun disiplin dan menyiapkan masa depan.


    Dari Bireuen, gerakan literasi dan inklusi keuangan diharapkan terus tumbuh menjadi budaya baru di kalangan pelajar dan santri. Sebab, generasi yang cerdas secara finansial bukan hanya mampu mengelola uang, tetapi juga lebih siap menentukan masa depannya secara mandiri, terencana dan bertanggung jawab.


    Semangat “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” pun diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari di rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat.


    Reporter : Muhammad Idris 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini