Elitnesia.id|Bireuen ,– Khatib Jumat di Masjid Jamik Badrussalam, Gampong Cot Gapu, Kemukiman Geulang Raya, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Tgk. Munawar Juli, mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat iman dan Islam serta terus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Tgk. Munawar Juli yang juga Imum Syik Blang Kutumba, Kecamatan Juli, Bireuen, dalam khutbah Jumat, Jumat (21/8/2026).
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa kesempatan untuk hadir melaksanakan kewajiban Jumat merupakan bagian dari taufik dan hidayah Allah SWT. Menurutnya, iman dan Islam yang masih tertanam di dalam hati merupakan nikmat besar yang harus dijaga dan disyukuri.
“Setiap malam dan setiap hari kita harus berdoa agar Allah SWT senantiasa menguatkan hati kita dalam iman dan Islam, serta memberikan keteguhan sampai akhir hayat,” pesannya.
Ia juga mengajak jamaah memperbanyak doa agar diberikan akhir kehidupan yang baik. Di antaranya dengan memohon, “Allahumma inni a'udzu bika min suu'il khatimah, wa as'aluka husnal khatimah”—memohon perlindungan dari akhir kehidupan yang buruk dan memohon husnul khatimah.
Tgk. Munawar menegaskan, kesempurnaan kehidupan dunia tidak akan berarti apabila seseorang mengabaikan kehidupan akhirat. Karena itu, ibadah wajib harus dilaksanakan dengan benar sesuai syarat, rukun, sunnah dan ketentuan hukum yang telah diajarkan dalam agama.
“Jangan sampai kita merasa telah banyak beribadah, tetapi tidak mengetahui tata cara yang benar. Dunia boleh sempurna, tetapi apabila akhirat kita hancur, itu merupakan kerugian yang sangat besar,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak malu kembali belajar agama. Para alumni dayah, guru-guru dayah dan ulama dapat menjadi tempat bertanya untuk memastikan pelaksanaan ibadah, tauhid, muamalah dan persoalan agama lainnya sesuai tuntunan.
Menurutnya, ilmu agama tidak boleh berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan, tetapi harus terus dipelajari sepanjang kehidupan.
Selain persoalan ibadah, khatib juga mengingatkan jamaah agar menjaga lisan dan tidak menyebarkan aib sesama Muslim. Membuka keburukan orang lain, terlebih tanpa hak, dapat menjadi dosa besar dan merusak persaudaraan.
Ia mengajak jamaah menutup aib saudaranya, memperbanyak nasihat dengan cara yang baik serta menghindari kebiasaan menyebarkan persoalan pribadi seseorang kepada orang lain, termasuk melalui media sosial.
Memasuki bulan Maulidurrasul, Tgk. Munawar juga mengajak umat Islam memperbanyak kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil 'alamin. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan memperbanyak selawat, mempelajari sirah dan akhlak beliau serta mengamalkan ajarannya.
Ia menilai peringatan Maulidurrasul dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan harapan memperoleh syafaat beliau di akhirat.
Pada bagian akhir khutbah, Tgk. Munawar turut mengingatkan masyarakat terhadap musibah banjir bandang yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan meninggalkan dampak terhadap kehidupan, harta benda maupun lingkungan masyarakat.
Menurutnya, musibah harus dihadapi dengan kesabaran, introspeksi dan peningkatan ibadah. Musibah juga hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Mari kita kembali kepada Allah, memperbaiki ibadah, memperkuat iman, menjaga persaudaraan dan terus belajar agama. Semoga setiap ujian yang kita hadapi menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah SWT,” seru Tgk. Munawar kepada jamaah.
Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar