Elitnesia.id|Bireuen ,— Puskesmas Pembantu (Pustu) Gampong Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, hingga kini terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat banjir.
Kepala Pustu Cot Tufah, Maryani, A.Md.K, mengatakan, sejak pascabanjir pihaknya belum menerima bantuan khusus untuk pemulihan fasilitas Pustu. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sejak pascabanjir, Pustu kami belum mendapatkan bantuan. Untuk membersihkan dan menata kembali fasilitas, kami dibantu relawan serta masyarakat. Untuk pekerjaan yang dilakukan sekarang, kami memanfaatkan apa yang masih tersedia,” ujar Maryani kepada pewarta Elitnesia.id, Senin (24/8/2026), di Pustu Cot Tufah.
Maryani menjelaskan, sejumlah kebutuhan perbaikan dan kerusakan fasilitas telah dilaporkan kepada pihak Puskesmas Gandapura. Kerusakan tersebut antara lain pagar, gerbang pagar yang mengalami kemacetan, serta sejumlah jendela.
“Usulan kebutuhan dan laporan kerusakan sudah kami sampaikan kepada Puskesmas Gandapura dalam bentuk DED. Tim verifikasi juga sudah pernah turun meninjau, termasuk mengambil dokumentasi. Kemungkinan saat ini masih dalam proses,” katanya.
Meski kondisi fasilitas belum sepenuhnya pulih, pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat tetap berjalan. Ketersediaan obat untuk kebutuhan pelayanan dasar juga tetap diupayakan, baik bagi lanjut usia, remaja, balita maupun masyarakat umum.
Menurut Maryani, pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat gampong juga didukung melalui pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diselenggarakan setiap bulan. Sementara kebutuhan obat bagi lansia tetap dapat diperoleh melalui Pustu.
Pelayanan bagi ibu hamil juga terus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Demikian pula pelayanan keluarga berencana (KB) serta kebutuhan pelayanan kesehatan dasar lainnya.
“Kami tetap berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk kebutuhan tertentu, kami juga berkoordinasi dengan Puskesmas Gandapura,” ujarnya.
Saat ini, Pustu Cot Tufah didukung oleh empat tenaga kesehatan, terdiri atas satu petugas perawatan dan tiga bidan, yakni Cut Farida Hanum, A.Md.Keb., Rihani, A.Md.Keb., dan Ita Umaira, A.Md.Keb.
Maryani mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas meski sebagian di antaranya berdomisili di Kecamatan Kutablang. Menurutnya, jarak tempat tinggal tidak mengurangi kepedulian dan tanggung jawab mereka dalam melayani masyarakat Cot Tufah dan wilayah sekitarnya.
“Kami bersyukur para petugas tetap menunjukkan kepedulian dan menjalankan tugas dengan baik. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas sesuai arahan dari Puskesmas Gandapura,” tambahnya.
Di sisi lain, Keuchik Gampong Cot Tufah, Asnawi, menyambut baik aspirasi dan kebutuhan yang disampaikan petugas Pustu. Ia mengatakan pemerintah gampong akan berupaya mencari solusi sesuai kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.
Namun, Asnawi mengakui ruang fiskal Gampong Cot Tufah pada 2026 cukup terbatas karena adanya penyesuaian dan pemangkasan anggaran, termasuk untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Kami sangat menghargai apa yang diharapkan pihak Pustu. Namun, anggaran desa tahun 2026 banyak mengalami penyesuaian. Karena itu, kami perlu membahasnya terlebih dahulu melalui rapat umum gampong,” kata Asnawi.
Ia menambahkan, apabila hasil musyawarah gampong menyetujui dukungan terhadap kebutuhan Pustu, pemerintah gampong akan mengupayakan pengalokasiannya melalui perubahan APBG Tahun 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Insyaallah, jika disetujui melalui musyawarah gampong dan memungkinkan secara anggaran, kebutuhan tersebut akan kami masukkan dalam perubahan APBG 2026,” ujarnya.
Pihak Pustu berharap perhatian terhadap sarana dan prasarana kesehatan dapat terus ditingkatkan, termasuk kebutuhan renovasi ringan serta pengadaan meubelair dan peralatan pendukung pelayanan, seperti lemari penyimpanan obat dan perlengkapan kesehatan lainnya.
Bagi petugas Pustu Cot Tufah, dukungan terhadap fasilitas bukan semata soal bangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya balita, lansia, ibu hamil, remaja dan masyarakat umum.
Dengan keterbatasan yang ada, Pustu Cot Tufah berkomitmen untuk tetap hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sembari menunggu proses tindak lanjut perbaikan fasilitas pascabanjir dan dukungan dari berbagai pihak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar