• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (551) Hukum (78) Internasional (185) Kampus (57) Lifestyle (16) Nasional (269) Politik (60)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IKLAN UTAMA

    Iklan

    Iklan

    Aktivis GP Ansor Aceh, Bongkar Sindikat Ormas Bandit Obat Jenis Tramadol

    Sabtu, 02 September 2023, September 02, 2023 WIB Last Updated 2023-09-02T15:23:46Z
    Foto: Fakhrurrazi, Aktivis gerakan pemuda ansor Aceh.


    Elitnesia.id|Banda Aceh - Aktivis gerakan pemuda ansor aceh ikut menanggapi bisnis obat ilegal jenis tramadol yang saat ini sedang menyita perhatian publik, pasca kejadian penculikan dan pembunuhan terhadap warna aceh di tanggerang, banten.


     Kejadian penculikan dan pembunuhan ini bukan baru pertama kali terjadi, tetapi kegiatan ini sudah berlangsung bertahun-tahun.


    Seperti yang di ungkap sejumlah pihak, bahwa anak muda aceh saat ini di perantauan banyak terlibat dalam bisnis tramadol. 


    Fakhrurrazi, yang juga pimpinan cabang gerakan pemuda ansor lhokseumawe mengungkapkan.  Peristiwa kemanusiaan ini sudah terjadi sejak 2017 yang lalu, ketika ormas-ormas tertentu terbentuk dalam sebuah putusan hukum yang inkrah secara organisasi. 


    “Dimana pelaku organisasi tersebut memanfaatkan orang aceh di perantauan, lalu bersembunyi dibalik kegiatan sosial yang penuh dengan kemunafikan,” ungkapnya.


    Aktivis gerakan pemuda ansor aceh, meyakini bahwa ada pihak-pihak ormas tertentu yang terlibat dalam sindikat bandit tramadol demi keuntungan pribadi, antara kesan dan kenyataan berbanding terbalik,.


     “Sungguh ini tindakan biadab yang dilakukan oleh ormas tersebut.


    Kenapa ada ormas yang terlibat dan terjebak dalam sistem sindikat bandit?. Ini adalah jejaring untuk memberikan pengamanan terhadap toko atau penjualan obat ilegal jenis tramadol, dengan demikian mereka mendapatkan keuntungan dengan berbagai variasi harga tergantung tempat berdirinya toko penjual.


    Diantaranya, kurang lebih satu titik sepuluh juta hingga lima belas juta rupiah perbulan.


    Lalu apakah setelah membayar uang keamanan perbulan tersebut penjual sudah aman, belum tentu. Bahkan, jika mereka tidak bergabung dalam ormas tersebut maka mereka dari pihak ormas akan mengancamnya, dari penculikan hingga pembunuhan. 


    “Tentu, ini bukan pekerjaan yang baik untuk kita semua, sungguh ini perbuatan dan tindakan biadab yang tidak dapat kita toleransi siapa pun pelakunya”.


    Permasalahan ini, tidak semuanya bermuara pada institusi TNI dan Polri, tetapi juga pada berjalannya lembaga negara seperti BP-POM sebagai otoritas pengawasan obat. 


    Sehingga toko obat dapat memperjualbelikan dengan mudah bagi pembeli, tanpa membawa resep dokter tertentu hingga terdapat penyalahgunaan oleh masyarakat tersebut.


    Pernyataan resmi :

    Oleh : Fakhrurrazi

    Aktivis Gerakan Pemuda Ansor Aceh

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini