• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (550) Hukum (78) Internasional (185) Kampus (57) Lifestyle (16) Nasional (270) Politik (60)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    “Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode

    Rabu, 26 Juni 2024, Juni 26, 2024 WIB Last Updated 2024-06-27T03:23:06Z


    Elitnesia.id|Padang Panjang,- Prodi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain  menyelenggarakan acara ujian akhir Fashion Show yang berlangsung dengan meriah di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam Institut Seni Indonesia Padang Panjang (26/6/2024). Acara ini merupakan puncak dari kerja keras dan kreativitas mahasiswa tingkat akhir jurusan desain mode yang telah menyiapkan karya-karya mereka selama satu semester.


    Dengan tema “Balutan Ija Meusawak Nan Bajanjang Besame Lam Ranah Melayu,” para mahasiswa menampilkan berbagai koleksi busana yang memadukan unsur-unsur tradisional dengan sentuhan modern. Setiap koleksi mencerminkan ide kreatif dan Budaya dari masing-masing mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan kemampuan mereka dalam merancang dan membuat busana yang unik dan inovatif.

    Fashion bukan hanya tentang pakaian yang kita kenakan, tetapi juga tentang ekspresi diri, budaya, dan seni. Melalui acara ini, kita berharap dapat memperlihatkan kekayaan dan keanekaragaman budaya kita yang diwujudkan dalam bentuk busana yang indah dan memukau. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam mempersiapkan acara ini khususnya kepada dosen pembimbing yang telah mengarahkan kami dalam berkarya. Tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak, acara ini tidak akan mungkin terlaksana dengan sukses Ujar Imam M Al Aziz Perwakilan dari mahasiswa yang melaksanakan tugas akhir.


    Dekan FSRD Dr. Dra. Mega Kencana. M.Sn,   mengatakan, “Kita semua bangga melihat hasil kerja keras dan kreativitas para mahasiswa. Mereka telah berhasil menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan inovasi modern, menciptakan karya-karya yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi,” Paparnya.


    Mahasiswa teruji Imam M Al Aziz mengatakan,  "Menampilkan koleksi yang terinspirasi dari Rumoh Aceh. Koleksi karya ini terinspirasi dari elemen dan ornamen Rumoh Aceh yang diwujudkan dalam bentuk busana unisex. Elemen rumoh aceh digambarkan pada potongan busana dan ornamen rumoh Aceh digambarkan pada motif wastra. Wastra daerah yang digunakan yaitu tenun peulalu khas Aceh Timur. Bahan dasar yang digunakan pada busana ini yaiut kain semi wool. Busana unisex yang diwujudkan berupa jumpsuit, overall, jas, blazer, turtleneck, kemeja, outer, celana kulot, serta celana balon" Papar anggota Komunitas Seni Kuflet itu.



    Penonton yang menghadiri Pameran Muhammad Virianda mengatakan "Saya sangat beruntung menyaksikan pertunjukan Tugas Akhir Desain Mode, saya terpesona oleh keindahan dan kedalaman karya yang ditampilkan oleh tiga desainer berbakat: Imam Al Aziz, Cyntia Jr, dan Isbatul Khairani. Masing-masing desainer berhasil membawa esensi budaya nusantara ke dalam busana yang memukau, memperlihatkan keahlian dan kreativitas mereka dalam menciptakan kreasi dari suku Aceh, Minang, dan Melayu. Imam Al Aziz memukau dengan koleksi yang menggabungkan motif tradisional Aceh dengan sentuhan kontemporer, menciptakan harmoni yang menggambarkan keteguhan dan keanggunan. Cyntia Jr menampilkan koleksi Minang yang kaya akan filosofi adat dan estetika, menghadirkan perpaduan antara kekuatan dan kecantikan dalam setiap detailnya. Isbatul Khairani menutup acara dengan kreasi Melayu yang romantis, menggabungkan kesederhanaan dan kemegahan yang menggambarkan keseimbangan hidup. Pertunjukan ini bukan sekadar parade mode, tetapi sebuah perjalanan intelektual yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi dapat berkolaborasi secara harmonis. Dengan dedikasi dan bakat yang luar biasa, ketiga desainer ini tidak hanya menghadirkan pakaian, tetapi juga sebuah narasi yang mendalam tentang identitas dan warisan budaya kita" Ucapnya.


    Akbar, ketua umum Komunitas Seni Kuflet mwngatakan, "Ujian akhir fashion show ini tidak hanya menjadi ajang penilaian akademik, tetapi juga menjadi platform bagi para mahasiswa untuk memamerkan bakat dan karya mereka kepada publik. Dengan adanya acara ini, diharapkan para mahasiswa dapat semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi di dunia fashion.Ujian akhir fashion show ini berhasil memukau penonton dan menjadi bukti nyata bahwa industri fashion Indonesia memiliki masa depan yang cerah dengan hadirnya para desainer muda berbakat" Tuturnya. (*/Mursidiq)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini