• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    BNPB Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Bireuen

    22 Januari 2026, 21:54 WIB Last Updated 2026-01-22T14:54:36Z

     

    Tim verifikator rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen berfoto bersama usai mengikuti bimbingan teknis sebelum turun ke lapangan.

    Elitnesia.id|Bireuen — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melakukan verifikasi terhadap sekitar 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.



    Untuk mempercepat proses tersebut, BNPB menurunkan 200 orang verifikator yang saat ini bekerja langsung di lapangan. Setiap gampong ditugaskan dua orang petugas verifikasi.



    Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, Kamis (22/1/2026), mengatakan seluruh tim verifikator telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin (19/1/2026) sebelum diterjunkan ke lapangan.



    “Tim sudah bekerja selama dua hari dan sesuai jadwal akan melakukan verifikasi selama satu minggu,” ujar Doli.



    Menurut dia, verifikator bertugas mencocokkan data rumah warga yang terdampak, mulai dari kategori hilang atau rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan. Setelah proses verifikasi selesai, data tersebut akan memasuki tahapan uji publik.



    “Data hasil verifikasi akan diumumkan di masing-masing gampong agar masyarakat dapat memberikan tanggapan,” katanya.



    Doli menjelaskan, setelah uji publik rampung, proses akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Khusus bagi pemilik rumah yang masuk kategori hilang atau rusak berat dan memilih skema hunian tetap (huntap) mandiri, pembangunan rumah akan dilakukan langsung oleh BNPB.



    “Untuk korban yang memilih hunian tetap mandiri, pembangunannya dilakukan oleh BNPB,” ujar Doli.



    Ia menambahkan, pembangunan huntap di Bireuen direncanakan mulai berlanjut pada awal Februari 2026. Sebelumnya, BNPB telah membangun tiga unit rumah contoh di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli.



    Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir. Fadli, S.T., M.SM, dalam keterangan terpisah mengatakan pihaknya telah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).



    “Jumlah huntap terpusat yang diusulkan sebanyak 48 unit, seluruhnya berada di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli,” kata Fadli.



    Ia merinci, dari total tersebut, 31 unit berada di Dusun Bivak dan 17 unit di Dusun Alue Keumiki. Menurut Fadli, Kementerian PKP hanya membangun huntap yang berada dalam satu kawasan terpusat.



    “Konsepnya seperti komplek perumahan, dibangun dalam satu titik dengan jumlah tertentu,” ujarnya.



    Fadli berharap, ke depan Kementerian PKP juga dapat mendukung pembangunan huntap mandiri di desa-desa terdampak bencana, sebagaimana yang dilakukan BNPB.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini