• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Ratusan Kambing Mati Diterjang Banjir di Ceubo Gandapura, Warga Harapkan Bantuan Pemulihan Ekonomi

    22 Januari 2026, 14:40 WIB Last Updated 2026-01-22T07:40:20Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen, — Banjir yang melanda Gampong Ceubo, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, melumpuhkan mata pencaharian utama warga. Ratusan ekor kambing dilaporkan mati akibat terjangan banjir, menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor peternakan.



    Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghancurkan kandang ternak dan memusnahkan kambing milik warga. Kondisi tersebut membuat roda perekonomian desa nyaris terhenti.



    Warga Gampong Ceubo kini sangat mengharapkan bantuan, baik berupa ternak kambing maupun dukungan lainnya, agar dapat kembali memulai usaha dan membangkitkan ekonomi keluarga pascabencana.



    Salah seorang pelaku usaha penggemukan kambing di Gampong Ceubo, Saifuddin (45), mengatakan bahwa terdapat dua kandang besar yang seluruh ternaknya mati akibat banjir. Puluhan ekor kambing tersebut merupakan milik pribadinya.



    “Di sini, rata-rata warga memelihara kambing sebagai andalan ekonomi. Ada yang memiliki 20 hingga 60 ekor per kepala keluarga,” ujar Saifuddin, Kamis (22/1/2026). Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait agar masyarakat dapat kembali bangkit, mengingat peternakan kambing telah menjadi tumpuan hidup warga sejak pascatsunami 2004.



    Selain ternak milik warga, Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Barona Gampong Ceubo yang bergerak di bidang peternakan juga terdampak cukup serius. Pendamping Lokal Desa Ceubo, Muntasir, ST, menyebutkan bahwa sebelum banjir, BUMG mengelola sekitar 95 ekor kambing yang dipelihara oleh sejumlah warga.



    “Namun saat banjir melanda, sekitar 40 ekor kambing dilaporkan mati. Akibatnya, program ketahanan pangan yang dialokasikan dari Dana Desa 20 persen tahun 2025 ikut lumpuh,” kata Muntasir, yang akrab disapa Yahled, didampingi Sekretaris Desa Ceubo, Nurdin.



    Dampak banjir juga dirasakan pelaku UMKM peternakan lainnya, Ashabul Yamin, S.Pd.I (43). Ia menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat Ceubo menggantungkan hidup dari sektor peternakan, persawahan, dan perkebunan.



    “Untuk sawah memang sudah mulai digarap kembali, tetapi kendalanya tiga unit mesin pompanisasi rusak akibat banjir. Sekitar 20 hektare sawah saat ini hanya mengandalkan air tadah hujan,” ujarnya.



    Ashabul Yamin menambahkan, hasil pertanian dan peternakan selama ini menjadi sumber utama perputaran modal masyarakat. Di sisi lain, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, seperti menyalurkan kitab dan Al-Qur’an kepada santri, pelajar, serta masyarakat, yang bersumber dari para donatur, salah satunya Stokist MCI Aceh.



    Masyarakat Gampong Ceubo berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk pemulihan sektor peternakan dan pertanian, agar roda perekonomian desa dapat kembali berputar dan kehidupan warga perlahan pulih pascabencana.



    Sumber : Amat Asah Parang 

    Editor/redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini