• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (555) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (353) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    UPTD SDN 3 Percontohan Peusangan Bangkit Pascabanjir, Pembelajaran Tetap Berjalan

    14 Januari 2026, 13:45 WIB Last Updated 2026-01-14T06:45:28Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen,— UPTD SD Negeri 3 Percontohan Peusangan di Gampong Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mulai bangkit pascabanjir besar yang melanda kawasan tersebut. Hingga Rabu (14/1/2026), proses pembersihan lingkungan sekolah telah mencapai sekitar 75 persen.



    Sekolah yang berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan itu sebelumnya terendam banjir setinggi sekitar 1,5 meter. Setelah air surut, endapan lumpur setebal 0,5 hingga 1 meter menutupi ruang kelas dan halaman sekolah, sehingga sempat melumpuhkan aktivitas belajar mengajar serta merusak sarana pendidikan.



    Pascabanjir, pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan guru, wali murid, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Peusangan, Jeumpa, dan Jeunieb, serta sejumlah relawan. Bantuan juga datang dari komunitas Exxim Ojek Online Aceh, Mei Gacoan, Relawan Rumah Zakat, dan unsur TNI.



    Kepala UPTD SDN 3 Percontohan Peusangan, Nisrina, S.Pd., M.Pd., mengatakan kebersihan sekolah merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.



    “Sekolah sudah sekitar 75 persen bersih dari lumpur. Beberapa rombongan belajar mulai aktif hari ini, sementara siswa kelas tinggi ikut membantu relawan TNI membersihkan lingkungan sekolah,” ujarnya.



    Nisrina menjelaskan, SDN 3 Percontohan Peusangan memiliki 21 rombongan belajar dengan 30 guru ASN dan 15 guru honorer. Meski fasilitas belum sepenuhnya pulih, proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan. Sejumlah siswa terlihat mengikuti pelajaran dengan keterbatasan sarana, sementara sebagian lainnya terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong.



    Kondisi tersebut mencerminkan pembelajaran nilai empati, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan secara nyata. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter di tengah situasi krisis.



    Di sisi lain, para guru berupaya menyelamatkan perangkat pembelajaran. Sejumlah dokumen seperti RPP dan modul ajar Kurikulum Merdeka terlihat dipilah karena basah dan rusak akibat banjir. Hal ini menunjukkan dampak bencana tidak hanya pada fisik bangunan, tetapi juga terhadap administrasi dan mutu pembelajaran.



    Dukungan TNI turut mempercepat pemulihan. Serda Otis, Ketua Regu Yonif TP 837 Kasatria Trunojoyo Jawa Timur, mengatakan pihaknya menurunkan 10 personel untuk membantu pembersihan sekolah.



    “Hari ini kami membersihkan sekolah, dan besok akan digantikan regu lain agar kegiatan pembersihan terus berlanjut,” katanya.




    Kehadiran TNI dan relawan menjadi bukti bahwa sekolah merupakan aset bersama. Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya bertujuan membersihkan lumpur, tetapi juga memulihkan rasa aman dan semangat belajar siswa.



    UPTD SDN 3 Percontohan Peusangan kini menjadi simbol ketangguhan pendidikan di tengah keterbatasan. Dengan semangat gotong royong, sekolah diharapkan segera pulih sepenuhnya dan kembali menjadi ruang belajar yang layak dan bermartabat bagi generasi penerus bangsa.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi/editor: Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini