Elitnesia.id|Bireuen, – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kota Juang, Kamis (26/2/2026), di Aula Kantor Camat setempat. Forum tahunan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pemulihan pascabanjir sekaligus merumuskan arah pembangunan tahun 2027.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen Hanafiah, SP., CGCAE., FRMP., Asisten III Setdakab Bireuen Azhari, Camat Kota Juang Dolly Mardian, SSTP., Kepala Dinas Perhubungan Bob Mizwar, Tgk Amriadi (DPRK Fraksi PA), Hj. Rosnani Bahruny (DPRK Fraksi NasDem), Kepala Badan Dayah Anwar, S Ag, unsur imum mukim, para keuchik, imam masjid, sekretaris desa, serta panitia dan peserta Musrenbang.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, laporan ketua panitia, serta sambutan Bupati Bireuen yang dibacakan oleh Pj Sekda. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Musrenbang Kecamatan merupakan penjabaran tahun ketiga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) 2025–2029.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya perencanaan yang berpijak pada kebutuhan riil masyarakat serta disusun secara terarah dan terukur. Dampak banjir akhir 2025 menjadi perhatian utama karena memengaruhi sektor sosial, perekonomian, infrastruktur, dan lingkungan.
Camat Kota Juang Dolly Mardian menyampaikan bahwa Musrenbang diharapkan mampu menyusun rencana pembangunan 2027 dengan skala prioritas yang tepat sasaran, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir.
Mengusung tema “Pengembangan SDM yang Cerdas dan Sehat, Perekonomian Daerah Unggul, Didukung Pelayanan Publik Bermutu dan Infrastruktur Wilayah yang Sesuai dengan Daya Dukung Lingkungan Hidup”, Musrenbang 2026 untuk perencanaan 2027 menetapkan lima prioritas utama.
Pertama, pengembangan potensi ekonomi sektor unggulan melalui peningkatan investasi, penguatan UMKM, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial.
Kedua, pembangunan infrastruktur sesuai tata ruang dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta mitigasi kebencanaan.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses kesehatan, penguatan kualitas keluarga, kesejahteraan gender, dan masyarakat inklusif.
Keempat, penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, pelayanan publik berbasis teknologi informasi, serta kemandirian fiskal daerah.
Kelima, peningkatan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, penguatan regulasi dan nilai syariat Islam, implementasi otonomi khusus Aceh, serta pelestarian budaya daerah.
Forum dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Berbagai usulan pembangunan dari tingkat desa dan kelurahan akan diinput melalui sistem SIPD RI sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Musrenbang Kecamatan yang rutin digelar setiap Februari ini menjadi ruang konsolidasi penting antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan wilayah secara partisipatif dan terintegrasi.
Kegiatan berakhir pukul 13.00 WIB dalam suasana aman dan lancar. Pemerintah berharap forum ini melahirkan prioritas pembangunan yang transparan, terukur, serta mampu menjawab tantangan pemulihan dan percepatan pembangunan di Kabupaten Bireuen.
Redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar