Elitnesia.id|Bireuen, Aceh – Senja perlahan turun di Desa Jeumpa Sikureung Kec. Jeunib Kab.Bireuen. Cahaya jingga membias di langit perbukitan menyelimuti lokasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0111/Bireuen dengan suasana yang hangat dan penuh ketenangan. Di tempat sederhana itulah, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-127, Letkol Arh Luthfi Novriadi S.E., Sos., M.Han., M.Sc., menggelar buka puasa bersama anggota Satgas dan masyarakat, Kamis (05/03/2026).
Tak ada kemewahan dalam hidangan yang tersaji. Hanya kurma, air mineral, dan makanan sederhana hasil kebersamaan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah terpatri makna yang begitu dalam. Prajurit berseragam loreng duduk bersisian dengan warga desa—tanpa sekat, tanpa jarak. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang tulus.
Dalam sambutannya, Dansatgas menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia menegaskan bahwa kehadiran Satgas TMMD di Desa Jeumpa Sikureung bukan hanya untuk menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga untuk menumbuhkan kebersamaan dan rasa saling memiliki.
“Di bulan yang suci ini, kita belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Kebersamaan sore ini adalah bukti bahwa kita bukan hanya bekerja bersama, tetapi juga berbagi rasa dan harapan,” ungkapnya.
Saat azan Magrib berkumandang, seluruh yang hadir terdiam sejenak. Tangan-tangan menengadah, doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk. Momen itu terasa begitu menyentuh—seolah suara azan benar-benar menghapus segala jarak, menyatukan hati prajurit dan rakyat dalam satu pelukan Ramadhan.
Beberapa warga mengaku terharu atas perhatian dan kedekatan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD. Kehadiran TNI di desa mereka bukan sekadar membangun jalan, MCK, dan fasilitas umum lainnya, tetapi juga menghadirkan rasa aman, semangat gotong royong, dan persaudaraan yang kian erat.
Buka puasa bersama ini menjadi cerminan bahwa program TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, melainkan juga pembangunan nilai kemanusiaan dan kebersamaan di Desa Jeumpa Sikureung.
Ramadhan tahun ini meninggalkan jejak yang berbeda—yakni jejak tentang persatuan, ketulusan, dan cinta tanah air yang tumbuh dari kebersamaan sederhana di bawah langit senja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar