Elitnesia.id|Bireuen, — Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Santunan sebesar Rp15 juta per jiwa diberikan kepada 45 ahli waris korban meninggal dunia. Dana bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Mukhlis mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud perhatian negara kepada masyarakat yang mengalami musibah akibat bencana alam.
“Musibah ini adalah ujian dari Allah SWT. Pemerintah pusat melalui Presiden memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat Bireuen yang terdampak banjir,” ujar Mukhlis di sela kegiatan penyaluran santunan.
Ia menjelaskan, selain santunan bagi korban meninggal dunia, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan lainnya kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 tersebut.
| Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan sambutan saat penyaluran santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Sabtu (14/3/2026). Bantuan sebesar Rp15 juta per jiwa tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Sosial RI bagi keluarga korban. |
Bencana banjir dan longsor itu tidak hanya merusak infrastruktur dan pemukiman warga, tetapi juga menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah.
Mukhlis menegaskan pemerintah daerah terus berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, berbagai langkah penanganan terus dilakukan, mulai dari bantuan darurat hingga upaya pemulihan pascabencana.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan dirinya turut memberikan bantuan secara pribadi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama bangkit dari musibah ini,” katanya.
Mukhlis berharap santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah tetap hadir di tengah masyarakat saat menghadapi bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Ismunandar ST, dalam laporannya menjelaskan bahwa penyaluran santunan tersebut merupakan hasil verifikasi data korban yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama aparatur gampong dan kecamatan.
| Bupati Bireuen, Mukhlis, menyerahkan secara simbolis santunan kepada salah satu ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Sabtu (14/3/2026). Bantuan sebesar Rp15 juta per jiwa tersebut berasal dari Kementrian Sosial. |
Menurutnya, sebanyak 45 keluarga penerima telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sehingga bantuan dapat dicairkan dan diserahkan kepada para ahli waris.
“Dana bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial dan disalurkan melalui Bupati Bireuen. Sebelumnya kami diminta menghimpun data korban, melengkapi seluruh persyaratan administrasi, kemudian diajukan ke kementerian hingga akhirnya bantuan dapat dicairkan,” jelasnya.
Ia menambahkan proses verifikasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparatur desa, camat, hingga pemerintah kabupaten.
Dalam proses pendataan tersebut, masih terdapat satu data korban dari Kecamatan Peusangan yang saat ini sedang diusulkan kembali agar dapat menerima santunan serupa.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga korban sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Bireuen.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar