• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (77)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Doli Mardian Temui Pengungsi, Data Korban Banjir TMK Akan Diverifikasi Ulang

    26 Maret 2026, 20:00 WIB Last Updated 2026-03-26T13:00:17Z

     

    Plt Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian (tengah), berdialog langsung dengan warga terdampak banjir di lokasi pengungsian halaman Kantor Bupati Bireuen, Kamis (26/3/2026), guna menindaklanjuti keluhan terkait data korban dan penyaluran bantuan.

    Elitnesia.id|Bireuen, — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, mendatangi tenda pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen, Kamis (26/3/2026), guna menindaklanjuti persoalan penanganan korban banjir yang belum tuntas.


    Kunjungan tersebut dilakukan di tengah keluhan warga terkait lambatnya penyaluran bantuan, khususnya bagi mereka yang sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK). Doli memilih berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengar aspirasi sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.


    Dalam dialog terbuka itu, Doli menegaskan bahwa pemerintah daerah akan membuka kembali data korban yang berstatus TMK untuk diverifikasi ulang secara menyeluruh.


    “Data korban yang selama ini dinyatakan TMK akan kami buka kembali. Verifikasi ulang dilakukan agar tidak ada warga yang terabaikan akibat kesalahan data,” ujar Doli di hadapan para pengungsi.


    Ia juga menyampaikan komitmen untuk mengawal persoalan tersebut hingga ke tingkat pusat, mengingat sebagian bantuan bergantung pada kebijakan lintas instansi.


    Sebagai langkah konkret, Doli langsung berkoordinasi dengan pihak perbankan di lokasi guna mempercepat pembukaan akses rekening bagi korban yang belum menerima Dana Tunggu Hunian (DTH), khususnya warga Desa Alue Kuta.


    Di sisi lain, warga menegaskan bahwa keberadaan mereka di tenda pengungsian merupakan bentuk desakan agar pemerintah segera memenuhi hak-hak mereka. Husni, perwakilan warga Desa Alue Kuta, menyebut mereka tidak ingin berlama-lama tinggal di pengungsian.


    “Kami tidak ingin tinggal di tenda seperti ini. Kami hanya menuntut hak kami. Kalau DTH sudah cair, kami pasti pulang,” kata Husni.


    Kondisi lebih memprihatinkan dialami M. Amin, warga Desa Kapa, yang kehilangan rumah akibat banjir pada November tahun lalu. Ia mengaku hingga kini belum menerima bantuan apa pun, baik hunian sementara, DTH, maupun bantuan lainnya.


    “Rumah saya sudah tidak ada. Sampai sekarang kami belum menerima bantuan apa pun. Kami akan tetap di sini sampai hak kami benar-benar diberikan,” ujarnya.


    Upaya verifikasi ulang data serta percepatan penyaluran bantuan diharapkan menjadi solusi konkret bagi para korban banjir yang hingga kini masih bertahan di pengungsian.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini