• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (358) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    DPRK Bireuen Kawal Ketat Dana Stimulan Rp86,1 Miliar, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Krusial

    04 Maret 2026, 15:10 WIB Last Updated 2026-03-04T08:10:24Z

     

    Ketua dan anggota Komisi IV DPRK Bireuen berfoto bersama perwakilan BPBD usai rapat kerja pembahasan dan pengawasan penyaluran dana stimulan perbaikan rumah tahap II senilai Rp86,1 miliar di Kantor DPRK Bireuen, Selasa (3/3/2026).

    Elitnesia.id |Bireuen,– Komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi akibat siklon Senyar memasuki tahapan krusial. Dana stimulan perbaikan rumah tahap II senilai Rp86,1 miliar resmi dikucurkan melalui penyerahan simbolis oleh Pratikno di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (3/3/2026).


    Kehadiran pemerintah pusat menandai kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana. Dana tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan hunian masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen.


    Komisi IV DPRK Bireuen menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Pengawasan dilakukan secara aktif melalui rapat kerja bersama BPBD Bireuen serta pemantauan langsung ke lapangan.


    Berdasarkan hasil rapat kerja, bantuan logistik tanggap darurat berupa 880 ton beras telah tuntas disalurkan kepada masyarakat terdampak. Distribusi ini menjadi langkah awal dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sebelum memasuki fase pemulihan fisik hunian.


    Ketua Komisi IV DPRK Bireuen, Hidayatus Sidiq, S.H., menilai dukungan finansial signifikan dari pemerintah pusat merupakan hasil koordinasi efektif antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan kementerian terkait di tingkat nasional.



    “Kehadiran Menko PMK hari ini membawa dana stimulan adalah jawaban nyata atas kerja keras koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dengan Pemerintah Pusat,” ujarnya.


    Hidayatus Sidiq, S.H., yang pernah dikenal sebagai keuchik termuda saat memimpin Gampong Blang Guron, menekankan pentingnya validitas data dalam setiap proses penyaluran bantuan. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama menjamin keadilan bagi masyarakat terdampak.


    Secara rinci, dana Rp86,1 miliar dialokasikan untuk 4.347 kepala keluarga (KK). Sebesar Rp44,3 miliar diperuntukkan bagi 2.954 KK kategori rumah rusak ringan dengan bantuan Rp15 juta per unit.


    Sementara itu, Rp41,7 miliar dialokasikan bagi 1.393 KK kategori rumah rusak sedang dengan nilai bantuan Rp30 juta per rumah. Adapun kategori rusak berat yang mencakup 1.045 KK, termasuk data sanggahan warga yang belum terakomodasi, dipastikan akan masuk dalam agenda verifikasi lanjutan oleh tim teknis.



    Terkait validasi, Hidayatus Sidiq, S.H. menjelaskan bahwa seluruh data penerima merupakan hasil kerja profesional tim bentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sebanyak 200 personel tenaga ahli yang telah mengikuti bimbingan teknis dari BNPB pusat diterjunkan untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan.


    Tim tersebut melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik bangunan, tingkat kerusakan, serta kesesuaian dengan kriteria dalam regulasi bantuan stimulan perbaikan rumah.


    “Proses verifikasi ini ditangani oleh tim ahli yang memang dibentuk dan ditempa oleh BNPB. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan kondisi fisik bangunan di lapangan sesuai dengan kriteria bantuan. Bagi warga yang belum terdata, tim ini akan kembali melakukan verifikasi ulang segera setelah Lebaran Idul Fitri,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan III meliputi Kecamatan Kutablang, Makmur, dan Gandapura.


    Ia menambahkan, DPRK Bireuen melalui Komisi IV tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan dukungan penuh terhadap percepatan realisasi bantuan. Pemulihan pascabencana, katanya, harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada pemulihan sosial dan psikologis masyarakat.


    Sinergi legislatif dan eksekutif di Kabupaten Bireuen saat ini dinilai solid dan konstruktif. Komunikasi terbuka dan koordinasi intensif menjadi faktor penting dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.


    “Penyaluran bantuan yang masif ini adalah bukti bahwa koordinasi kita ke pusat berjalan sangat efektif dan produktif untuk kepentingan seluruh masyarakat Bireuen,” pungkasnya.


    Dengan dimulainya penyaluran tahap II ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama DPRK optimistis proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan menyentuh seluruh warga terdampak secara adil. Pengawasan berkelanjutan diharapkan memastikan setiap rupiah bantuan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam membangun kembali kehidupan pascabencana.


    Redaksi  : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini