Elitnesia.id|Bireuen ,— Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mematangkan rumusan program pembangunan daerah untuk Tahun Anggaran 2027. Memasuki hari kelima pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, agenda digelar di tiga lokasi berbeda, salah satunya di Gedung Serbaguna Kecamatan Jeunieb, Senin (2/3/2026).
Pada Musrenbang tahun ini, Pemkab Bireuen membentuk tiga tim utama. Tim I dipimpin Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, Tim II dipimpin Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, MT, dan Tim III diketuai Pj Sekretaris Daerah Hanafiah, SP, CGCAE, FRMP. Ketiga tim didampingi jajaran pejabat pemerintah daerah serta kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Aceh, Syibran Malasyi dan M. Niyanusi, dari Fraksi PKB.
Camat Jeunieb Muhammad Maulana Rahmat dalam paparannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah kondisi jalan menuju Gampong Paya Bili.
“Jalan Paya Bili merupakan satu-satunya desa di Jeunieb yang belum tersentuh aspal. Padahal ini jalan sentral karena hampir seluruh warga memiliki aktivitas ekonomi perkebunan di kawasan tersebut,” ujarnya.
Selain pengaspalan jalan Paya Bili yang menghubungkan Gampong Sampo Ajad dan Lhok Kulam, pihak kecamatan juga mengusulkan lanjutan pembangunan Jalan Paya Langet yang menghubungkan Gampong Ulee Gajah hingga Lhok Kulam.
Peningkatan konektivitas antar-kecamatan turut diusulkan melalui pengaspalan jalan dari Gampong Cot Geulumpang Tunong menuju Gampong Garot, Kecamatan Pandrah. Pembangunan Jalan Eks Kereta Api yang melintasi kawasan Tanjong Bungong, Blang Me Timu, Meunasah Kota, Keude Jeunieb hingga Blang Me Barat juga dinilai penting untuk menunjang mobilitas dan distribusi hasil pertanian masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, persoalan banjir tahunan menjadi perhatian serius. Camat Jeunieb mengusulkan normalisasi sungai serta pemasangan batu gajah di sepanjang aliran Krueng Jeunieb guna melindungi Gampong Meunasah Tambo, Meunasah Keutapang, dan Janggot Seungko yang kerap terdampak luapan air saat musim hujan.
Ia juga mengusulkan pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran guna mengantisipasi risiko kebakaran di kawasan permukiman yang cukup padat.
Sejumlah usulan lainnya meliputi pembangunan saluran pembuang di Gampong Cot Geulumpang Baroh dan Blang Me Barat, pembangunan Rumah Layak Huni (RLH), serta pengadaan benih padi unggul untuk mendukung produktivitas petani.
Mewakili Wakil Bupati Bireuen, Asisten II Setdakab Mawardi, SSTP, MSi menegaskan bahwa Musrenbang harus mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Musrenbang ini harus merumuskan rencana pembangunan tahun 2027 secara tepat. Seluruh usulan akan dikaji secara menyeluruh untuk menentukan skala prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar