• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (75)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Sapi Meugang Bantuan Presiden di Bireuen Didatangkan dari Luar, Ini Alasannya

    22 Maret 2026, 20:43 WIB Last Updated 2026-03-22T13:43:19Z

     

    Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir.

    Elitnesia.id|Bireuen, - Minggu 22 Maret 2026 — Pemerintah Kabupaten Bireuen mengungkap alasan pembelian sebagian sapi bantuan Presiden untuk tradisi meugang dari luar daerah. Kebijakan ini diambil karena keterbatasan waktu, harga yang lebih kompetitif, serta untuk menjaga stabilitas pasar daging di daerah.


    Sekretariat Presiden menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp2,25 miliar ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Bireuen pada Selasa, 17 Maret 2026, pukul 15.00 WIB. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di 91 desa terdampak bencana guna pembelian sapi meugang.


    Pada malam harinya, Pemerintah Kabupaten Bireuen mengikuti rapat virtual bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah. Dalam pertemuan tersebut disampaikan ketentuan penggunaan bantuan Presiden, mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 12 Februari 2026, yang menegaskan bantuan harus disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai.


    Namun, waktu pelaksanaan yang sangat terbatas menjadi tantangan. Setelah dana diterima, langsung diikuti cuti bersama Hari Raya Nyepi pada 18 Maret, perayaan Nyepi 19 Maret, serta cuti bersama Idulfitri pada 20 Maret 2026. Kondisi ini membuat proses pengadaan harus dilakukan secara cepat agar daging meugang dapat diterima masyarakat tepat waktu.


    Melalui rapat terbatas, Pemkab Bireuen memutuskan pengadaan sapi dilakukan dengan skema kombinasi, yakni 60 ekor didatangkan dari luar Aceh dan 32 ekor dibeli dari dalam Kabupaten Bireuen.


    Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan pasokan lokal yang mampu memenuhi kriteria, seperti berat, umur sapi, dan harga per kilogram. Selain itu, pembelian dalam jumlah besar di dalam daerah dikhawatirkan memperketat rantai pasok dan memicu kenaikan harga daging menjelang Hari Raya Idulfitri.


    Adapun harga pembelian sapi berada pada kisaran Rp22 juta hingga lebih dari Rp30 juta per ekor, menyesuaikan ukuran dan kebutuhan masing-masing desa. Harga tersebut telah mencakup pajak pertambahan nilai (PPN) Pasal 22, infaq, serta biaya pendukung lainnya.


    Dalam proses distribusi, satu ekor sapi dilaporkan mati. Pemerintah daerah segera mengambil langkah penggantian agar penyaluran bantuan tetap berjalan lancar. Dengan demikian, total sapi yang disalurkan menjadi 92 ekor untuk 91 desa terdampak.


    Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir, menyatakan kebijakan ini diambil agar pelaksanaan meugang tetap berjalan lancar dan masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan secara tepat waktu tanpa menimbulkan gejolak harga di pasaran.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini