Elitnesia.id|Bireuen ,— Upaya pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bireuen pada 2025 terus dilakukan. Salah satunya melalui kolaborasi YAKKUM Emergency Unit (YEU) bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memulihkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Kutablang.
Kamis (30/4/2026), YEU dan Pemkab Bireuen menggelar serah terima simbolis fasilitas air bersih dan sanitasi di Gampong Babah Suak. Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sarana tersebut di tingkat masyarakat.
Program Manager YEU, Imam Agus Faisal, menjelaskan bahwa intervensi yang dilakukan mencakup pembangunan sumur bor, menara air, sistem penyaringan air terintegrasi, serta pemasangan jaringan distribusi air ke rumah warga. Selain itu, perbaikan dan pembersihan sumur warga juga dilakukan sesuai kondisi di masing-masing gampong.
“Fasilitas ini telah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar air bersih pascabencana,” ujar Imam.
Sebanyak 15 gampong di Kecamatan Kutablang menjadi penerima manfaat program ini, dengan total lebih dari 10.000 warga yang kini kembali mendapatkan akses air bersih. Program tersebut dilaksanakan selama enam bulan, sejak Februari hingga Juni 2026, dengan dukungan mitra konsorsium Food for the Hungry (Fondasi Hidup).
Sebagai bagian dari keberlanjutan, pengelolaan fasilitas air bersih dan sanitasi komunal diserahkan kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah gampong. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga dan merawat sarana yang telah dibangun.
Program ini juga mengedepankan pendekatan kearifan lokal. Pesan berbahasa Aceh, “Mari ta jaga ie gleh bersama, ie gleh untuk geutanyoe mandum!”, disampaikan untuk mengajak masyarakat menjaga sumber daya air secara kolektif.
Berdasarkan hasil pemantauan pascadistribusi, lebih dari 90 persen penerima manfaat menyatakan puas terhadap program tersebut. Survei dilakukan secara kuantitatif dengan cakupan minimal 5 persen dari total 10.450 penerima manfaat.
Perwakilan Dinas kesehatan Bireuen, Kusna Rohana, menilai program ini turut memperkuat perencanaan berbasis data, khususnya dalam sektor kesehatan lingkungan. “Program ini sangat membantu, terutama dalam mendukung pra-uji laboratorium kualitas air sebagai dasar intervensi,” ujarnya.
Camat Kutablang, Erizal, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin selama pelaksanaan program. Ia berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas yang ada agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
![]() |
| Camat Kutablang, Erizal, menyampaikan apresiasi |
Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis melalui Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi menegaskan pentingnya kolaborasi dalam proses pemulihan pascabencana. Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan.
“Kolaborasi ini menjadi kunci percepatan pemulihan daerah dan kebangkitan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara serah terima antara YEU, pemerintah kecamatan, dan para keuchik, serta peninjauan fasilitas sanitasi di lokasi kegiatan.
Sumber : Amat Asah Parang
Editor : Ipul pedank laut



Tidak ada komentar:
Posting Komentar