• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (571) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (83)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pengawas Madrasah Kemenag Bireuen Jadi Khatib Jumat di Masjid Al-Asyii, Sampaikan Hikmah Penyembelihan Qurban

    15 Mei 2026, 16:22 WIB Last Updated 2026-05-15T09:22:40Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen — Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Tgk. Hanafiah M. Ali, bertindak sebagai khatib Shalat Jumat di Masjid Al-Asyii, Gampong Reulet, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Jumat (15/05/2026).


    Dalam khutbahnya, Tgk. Hanafiah mengangkat tema “Hikmah Penyembelihan Qurban” sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.


    Di hadapan ratusan jamaah Jumat, ia mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut Idul Adha yang dikenal sebagai Hari Raya Haji dan Hari Raya Qurban.


    “Disebut Hari Raya Haji karena para tamu Allah meninggalkan tanah air menuju Mekkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima,” ujar Tgk. Hanafiah.


    Sementara itu, lanjutnya, Idul Adha juga disebut Hari Raya Qurban karena umat Islam disunnahkan menyembelih hewan qurban sebagai bentuk keteladanan atas pengabdian Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.


    Pengawas Madrasah Berprestasi Tahun 2026 tersebut kemudian memaparkan lima hikmah utama dari penyembelihan qurban.


    Pertama, qurban dapat meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Kautsar, “Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”


    Kedua, qurban menjadi bentuk keteladanan terhadap pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya Nabi Ismail AS demi kecintaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.


    Ketiga, hikmah qurban dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan membantu sesama, khususnya anak yatim serta fakir miskin, sehingga perayaan Idul Adha penuh dengan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.


    Keempat, qurban menjadi sarana menyucikan harta dan melatih keikhlasan dalam mengorbankan sebagian rezeki yang telah diamanahkan Allah SWT kepada hamba-Nya yang mampu.


    Dalam khutbahnya, Tgk. Hanafiah juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya berqurban bagi yang memiliki kemampuan.


    “Umat yang kikir jauh dari Allah dan dekat dengan neraka, sedangkan orang yang pemurah dekat dengan Allah dan dekat dengan surga,” tuturnya.


    Kelima, penyembelihan qurban merupakan syiar Islam yang telah diwariskan Nabi Ibrahim AS bersama putranya Nabi Ismail AS sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.


    Menjelang akhir khutbah, Tgk. Hanafiah mengajak jamaah untuk turut mendoakan para calon jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci agar diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah.


    “Mari kita ucapkan selamat kepada tamu-tamu Allah yang berangkat menunaikan ibadah haji. Semoga kita yang berada di kampung halaman juga mampu mempersiapkan diri untuk berqurban dan semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-Nya yang bertakwa serta memperoleh surga Jannatun Na’im. Aamiin,” pungkasnya.


    Khutbah ditutup dengan doa penuh harap:


    “Ya Allah, terimalah qurban Nabi Muhammad SAW, qurban umat Muhammad, dan qurban kami hamba-Mu. Aamiin.”



    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini