![]() |
| Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, dalam sambutannya pada acara pelantikan di Balai Meuseuraya Kota Banda Aceh.(ist) |
Elitnesia.id|Banda Aceh – Pelantikan Pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh di Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Sabtu (13/6/2026), tidak hanya menjadi momentum konsolidasi partai, tetapi juga menghadirkan pidato politik yang menyita perhatian para peserta yang hadir.
Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, S.IP,. tampil menyampaikan pidato tanpa teks di hadapan kader dan pengurus PAN se-Aceh. Gaya penyampaiannya yang mengalir, penuh semangat, dan komunikatif mampu menghidupkan suasana ruangan serta menarik perhatian audiens sejak awal hingga akhir.
Dalam pidatonya, Dek Gam menunjukkan penguasaan materi yang baik. Berbagai isu disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh kader maupun tamu undangan. Tidak sedikit pernyataan yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Salah satu kalimat yang paling menyita perhatian adalah ungkapan, “negara pun kami lawan”. Kalimat tersebut dipahami sebagai simbol semangat perjuangan masyarakat Aceh yang selama ini dikenal memiliki karakter kuat dan pantang menyerah dalam memperjuangkan keyakinan maupun cita-citanya.
Selain itu, Dek Gam kembali mengangkat istilah bahasa Aceh “Abeh Ube Abeh” yang belakangan semakin populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Ungkapan tersebut kini tidak hanya menjadi slogan politik, tetapi juga berkembang menjadi simbol semangat dalam meraih cita-cita dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menariknya, Dek Gam juga menggunakan analogi sepak bola dalam menjelaskan strategi politik. Menurutnya, politik memiliki kemiripan dengan permainan sepak bola yang menuntut kemampuan membaca situasi, mengetahui kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan demi meraih kemenangan.
Pendekatan tersebut dinilai efektif karena mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Pengalaman Dek Gam yang dekat dengan dunia olahraga membuat analogi tersebut terasa relevan dan mampu diterima dengan baik oleh audiens.
Secara keseluruhan, pidato yang disampaikan pada pelantikan PAN Aceh itu tidak hanya berisi pesan-pesan politik, tetapi juga menghadirkan energi, optimisme, dan semangat perjuangan yang mampu membangkitkan antusiasme para kader. Bagi banyak peserta yang hadir, pidato tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian pelantikan pengurus PAN Aceh tahun 2026.
Pidato tersebut menunjukkan bahwa komunikasi politik yang disampaikan dengan penguasaan materi, ketulusan, dan kedekatan emosional masih menjadi kekuatan penting dalam membangun optimisme serta menggerakkan semangat perjuangan kader dan masyarakat.
Luar biasa. Salut.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar