• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    20 Tahun Sukma Bangsa: Warisan Pendidikan Surya Paloh untuk Membangun Peradaban Aceh, Alan Kriteng Apresiasi Semangat Pendidikan Berkarakter

    17 Juli 2026, 09:20 WIB Last Updated 2026-07-17T02:20:19Z

     



    Elitnesia.id|Bireuen – Sekolah Sukma Bangsa genap berusia 20 tahun pada 14 Juli 2026. Mengusung tema "20 Tahun Sukma Bangsa, Proyek Peradaban Aceh yang Belum Selesai", momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan Aceh pascatsunami dan konflik berkepanjangan.


    Sekolah Sukma Bangsa didirikan oleh Surya Paloh melalui gerakan kemanusiaan Dompet Indonesia Menangis (DIM) sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Aceh. Di tengah proses pemulihan daerah, pendidikan dipilih sebagai fondasi utama untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.


    Selama dua dekade, Sukma Bangsa berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan unggulan di Aceh dengan tiga kampus yang berlokasi di Pidie, Bireuen, dan Lhokseumawe, melayani jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Ribuan alumninya telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama serta berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.


    Lebih dari sekadar mencetak prestasi akademik, Sukma Bangsa dikenal konsisten membangun karakter peserta didik melalui nilai-nilai integritas, kreativitas, keberanian, menjaga marwah, serta membentuk pribadi yang mandiri dan kosmopolit. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi Aceh yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri dan budaya daerah.


    Dalam peringatan dua dekade tersebut, Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, M.A., Guru Besar Sosiologi Pedesaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sekaligus salah satu tokoh penting dalam perjalanan Sukma Bangsa, menyampaikan pesan bahwa politik mengajarkan tidak semua persoalan dapat diselesaikan tanpa kompromi, namun pendidikan harus tetap mempertahankan nilai-nilai yang tidak boleh dikompromikan. Menurutnya, karakter merupakan fondasi utama dalam membangun sebuah peradaban.


    Peringatan 20 tahun Sukma Bangsa juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan oleh Alan Kriteng dari Komunitas BAKKARU (Bireuen Aksi Kreatif Kolaboratif untuk Ruang Utama) di Bireuen, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, selama dua dekade Sukma Bangsa telah menjadi inspirasi bagi banyak lembaga pendidikan dan komunitas dalam membangun budaya belajar yang inovatif, kolaboratif, serta berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda Aceh. Keberhasilan Sukma Bangsa, katanya, membuktikan bahwa pendidikan berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang maju dan bermartabat.



    "Selama 20 tahun, Sukma Bangsa telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk membangun peradaban. Warisan pemikiran dan kepedulian Bapak Surya Paloh terhadap pendidikan Aceh patut diapresiasi karena telah melahirkan ribuan generasi yang berkualitas. Komunitas BAKKARU mengucapkan selamat ulang tahun ke-20 Sukma Bangsa. Semoga terus menjadi pusat lahirnya generasi Aceh yang cerdas, berintegritas, berdaya saing global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kemanusiaan," ujar Alan Kriteng.


    Ia berharap perjalanan dua dekade Sukma Bangsa menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Aceh. Menurutnya, sinergi antara sekolah, komunitas, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter.


    Dua puluh tahun perjalanan Sukma Bangsa menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik dalam membangun masa depan. Warisan kepedulian Surya Paloh yang diwujudkan melalui Dompet Indonesia Menangis telah tumbuh menjadi salah satu proyek peradaban terbesar di Aceh yang terus melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap membawa nama Aceh serta Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini