• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Menanam Harapan di Bantaran Sungai Kulu, Langkah Kecil untuk Masa Depan Bireuen

    11 Juli 2026, 10:44 WIB Last Updated 2026-07-11T03:44:36Z
    Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bireuen Mulyadi, SH., MM, mewakili Bupati Bireuen, melakukan penanaman pohon secara simbolis pada pencanangan Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang digagas HIMAILU Fakultas Teknik Universitas Almuslim tersebut diikuti unsur pemerintah, aparat, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan konservasi bantaran sungai.


    Elitnesia.id|BIREUENDeretan bibit mahoni, trembesi, durian, dan jambu air mulai memenuhi bantaran Sungai Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Sabtu (11/7/2026). Di bawah terik matahari, ratusan mahasiswa, aparat pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat bergotong royong menanam 500 pohon sebagai ikhtiar bersama memulihkan lingkungan sekaligus menjaga sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan.


    Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan yang digagas Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan (HIMAILU) Fakultas Teknik Universitas Almuslim itu bukan sekadar seremoni. Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga alam memerlukan keterlibatan semua pihak, terutama setelah Kabupaten Bireuen beberapa kali menghadapi bencana hidrometeorologi yang meninggalkan kerusakan di sejumlah kawasan.


    Mewakili Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bireuen, Mulyadi, SH., MM, menilai penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.


    Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bireuen Mulyadi, SH., MM, mewakili Bupati Bireuen, menyampaikan sambutan sekaligus mencanangkan Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang, Sabtu (11/7/2026). 


    "Atas nama Bupati Bireuen, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mahasiswa, pemerintah, aparat, dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Pohon yang ditanam hari ini akan menjadi pelindung bumi, menjaga sumber air, mengurangi risiko abrasi, serta memberi manfaat bagi anak cucu," ujarnya.


    Menurut Mulyadi, pelestarian lingkungan harus dimulai dari kawasan yang memiliki fungsi penting, seperti hulu dan bantaran sungai. Keberadaan pepohonan akan membantu memperkuat struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko banjir ketika musim hujan tiba.


    Ia juga mengingatkan kembali falsafah Aceh, "Uteun Jaga Ie", yang bermakna hutan menjaga air. Nilai itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kelestarian alam merupakan fondasi kehidupan masyarakat.


    Gerakan tersebut kemudian resmi dicanangkan dengan harapan menjadi awal dari gerakan yang berkelanjutan.


    Sementara itu, Ketua Panitia Waisul Qarani mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian generasi muda terhadap kondisi lingkungan. Selain menanam pohon, peserta juga membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai sebagai bagian dari upaya membangun budaya menjaga kebersihan sejak dini.


    Usai pencanangan, seluruh peserta bergerak menuju titik-titik yang telah ditentukan untuk menanam bibit pohon. Setiap instansi, organisasi, dan unsur masyarakat mendapat kesempatan menanam sebagai simbol komitmen bersama menjaga kelestarian alam.


    Kegiatan itu dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kejaksaan Negeri Bireuen, Polri, TNI, Pemerintah Kecamatan Kutablang, pemerintah gampong, akademisi Universitas Almuslim, organisasi kepemudaan, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bireuen, serta pelajar MAN 3 Bireuen.


    Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, gerakan sederhana di bantaran Sungai Kulu menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masa depan sungai, hutan, dan sumber air bergantung pada kesediaan semua pihak untuk menanam, merawat, dan tidak berhenti menjaga alam sejak hari ini.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini