• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Ini Tranding Topik Pada Lokakarya Mini UPTD Puskesmas Kuta Blang

    07 Juli 2026, 11:41 WIB Last Updated 2026-07-07T04:41:49Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen,– UPTD Puskesmas Kuta Blang, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, melaksanakan Lokakarya Mini (Lokmin) Bulanan di Aula Puskesmas Kuta Blang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal silaturahmi sekaligus perkenalan Kepala UPTD Puskesmas Kuta Blang yang baru, Ners. M. Nazar, bersama seluruh tenaga kesehatan dan bidan desa se-Kecamatan Kuta Blang.


    Lokakarya Mini tersebut dihadiri Kepala Puskesmas, Kepala Tata Usaha Harnida, SKM, dr. Akmal, para penanggung jawab program klaster, seluruh staf puskesmas, tenaga medis, serta bidan desa dari seluruh gampong di Kecamatan Kuta Blang.


    Dalam sambutannya, Ners. M. Nazar mengajak seluruh jajaran Puskesmas untuk membangun semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik harus dibangun dengan kepedulian, empati, komunikasi yang efektif, serta kerja sama yang solid antarpetugas kesehatan.


    "Lokakarya Mini ini menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Saya berharap seluruh petugas, khususnya bidan desa sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di gampong, terus meningkatkan komunikasi, kepedulian, dan pendampingan kepada masyarakat," ujarnya.


    Pada kesempatan tersebut, masing-masing koordinator klaster memaparkan capaian program dari Januari hingga Juni 2026 beserta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.


    Koordinator Klaster I, Zuraida, A.Md.Keb, melalui presentasi menggunakan layar infokus memaparkan perkembangan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Ia menjelaskan bahwa UPTD Puskesmas Kuta Blang kini telah memiliki fasilitas USG yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan kehamilan.


    Selain itu dipaparkan capaian indikator program, di antaranya persentase kunjungan Antenatal Care (ANC) enam kali, pemeriksaan kehamilan menggunakan USG sesuai standar, pemantauan ibu hamil berisiko, hingga perkembangan kondisi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Blang.


    Menurutnya, salah satu hambatan yang masih ditemukan adalah rendahnya komunikasi antara ibu hamil dengan petugas kesehatan, sehingga sebagian ibu hamil belum melakukan pemeriksaan kehamilan sejak trimester awal. Untuk itu diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi, serta pendampingan oleh bidan desa agar seluruh ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.


    Paparan juga mencakup capaian Program Kesehatan Anak, mulai dari pemantauan pertumbuhan balita, ketepatan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan lingkar tubuh, Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), hingga Program Gizi periode Januari–Juni 2026.


    Beberapa indikator yang dipaparkan meliputi persentase ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), cakupan balita yang ditimbang dan memperoleh pelayanan gizi, prevalensi stunting, cakupan ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), serta perkembangan grafik perbaikan status gizi masyarakat.


    Dalam evaluasi tersebut disampaikan bahwa masih diperlukan penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola hidup bersih dan sehat, skrining kesehatan sejak dini, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta peningkatan kunjungan rumah oleh petugas kesehatan untuk mempercepat pencapaian target program.


    Menanggapi berbagai capaian dan hambatan tersebut, Kepala Puskesmas Ners. M. Nazar menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih kuat antara Puskesmas dan bidan desa. Menurutnya, setiap perkembangan kondisi kesehatan masyarakat harus terdokumentasi dengan baik sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan permasalahan di lapangan.


    "Kita harus memiliki data yang akurat, komunikasi yang aktif, dan koordinasi yang berkesinambungan. Jika semua berjalan baik, maka upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dapat dilaksanakan secara maksimal demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kecamatan Kuta Blang," tegasnya.


    Selain Klaster Kesehatan Ibu dan Anak, para penanggung jawab klaster lainnya juga memaparkan capaian serta kendala masing-masing misal bidang penyakit menular dan tidak menular, manajemen pelayanan, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, serta program lintas klaster.


    Melalui Lokakarya Mini Bulanan ini, UPTD Puskesmas Kuta Blang berharap seluruh tenaga kesehatan semakin solid dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini