Elitnesia.id|Bireuen – SMA Negeri 2 Peusangan menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menghadirkan edukasi komprehensif tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba, bullying, judi online, etika bermedia sosial, serta pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan berlangsung di Gedung Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Kecamatan Peusangan, Kamis (16/7/2026), melalui kerja sama dengan Polsek Peusangan.
Sebanyak 288 peserta didik baru mengikuti kegiatan tersebut. Sementara delapan siswa tidak dapat hadir karena sedang mengikuti kompetisi sepak bola kelompok usia 15 tahun bersama Juang Football Club.
Kegiatan MPLS hari keempat dipandu oleh Pembina OSIS Ti Cahya, S.Pd., mewakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Yusmawadi, S.Pd.
Sambutan Plt. Kepala SMA Negeri 2 Peusangan Hasballah, S.Pd., M.Pd. disampaikan oleh Humas sekolah, Maulana, S.Pd.I. Dalam sambutannya dijelaskan bahwa materi yang diberikan merupakan bagian dari petunjuk teknis (juknis) MPLS yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, serta perlindungan peserta didik dari berbagai ancaman sosial.
"Polri merupakan mitra strategis sekolah dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta didik dibekali pemahaman tentang tertib berlalu lintas, etika bermasyarakat, etika bermedia sosial, serta pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Kami berharap seluruh siswa mampu mengamalkan moto sekolah, yaitu Disiplin, Berprestasi, Berbudaya, dan Berjiwa Pancasila," ujar Maulana saat membuka kegiatan yang disambut tepuk tangan ratusan peserta.
Materi utama disampaikan langsung oleh Kapolsek Peusangan, Iptu Riza Saputra, S.E., didampingi Wakapolsek beserta personel Unit Intelkam dan Bhabinkamtibmas.
Dalam paparannya, Kapolsek menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita, hubungan keluarga, hingga berujung pada persoalan hukum.
Selain mengupas jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, Kapolsek juga mengajak siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta segera melapor kepada guru atau orang tua apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, peserta didik juga diberikan edukasi mengenai bahaya bullying yang dapat meninggalkan dampak psikologis berkepanjangan bagi korban. Para siswa diajak membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kapolsek turut mengingatkan ancaman judi online yang kini semakin menyasar kalangan remaja melalui media digital. Menurutnya, perjudian daring dapat merusak masa depan, memicu tindak pidana, serta menimbulkan persoalan ekonomi maupun sosial. Karena itu, para pelajar diminta menggunakan teknologi secara bijak dan menjadikan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal positif.
"Kami berharap berakhirnya rangkaian MPLS menjadi awal perjuangan baru bagi seluruh peserta didik di bangku SMA. Jadikan seluruh materi yang telah diberikan sebagai kompas dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun komunikasi yang baik dengan guru, menjalin persahabatan yang sehat, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab," ujar Iptu Riza Saputra.
Usai sesi sosialisasi dan diskusi interaktif, para peserta beristirahat sambil menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disiapkan panitia sebelum melanjutkan agenda penutupan MPLS.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan Polri ini, SMA Negeri 2 Peusangan menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bebas narkoba, bebas bullying, serta mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, berprestasi, berbudaya, dan berjiwa Pancasila.
Sumber : Amat Asah Parang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar