• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (95) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Koordinator Pendamping Desa Gandapura: Kelangkaan BBM dan Semen Hambat Pembangunan Gampong di Aceh

    28 Juli 2026, 09:06 WIB Last Updated 2026-07-28T02:06:34Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen ,– Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta sulitnya memperoleh semen yang diikuti kenaikan harga, dinilai mulai menghambat pelaksanaan pembangunan gampong di Aceh.


    Koordinator Pendamping Desa (TPP) Kecamatan Gandapura, Helmi Dharmawan, ST, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memengaruhi kelancaran berbagai program pembangunan desa yang sedang berjalan.


    Menurut Helmi, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pelaku usaha, petani, nelayan hingga Tenaga Pendamping Profesional (TPP), turut merasakan dampak dari terbatasnya pasokan BBM.


    "Kelangkaan BBM membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre di SPBU. Kondisi ini menghambat aktivitas mencari nafkah dan mengurangi efektivitas pelayanan serta pendampingan kepada masyarakat di gampong," ujar Helmi kepada wartawan di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Selasa (28/7/2026).


    Ia menjelaskan, terbatasnya pasokan BBM ikut memengaruhi distribusi material bangunan. Biaya transportasi meningkat, pengiriman material menjadi tersendat, sementara kelangkaan semen menyebabkan harga bahan bangunan terus mengalami kenaikan.


    "Kelangkaan semen dan BBM sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan desa. Ketika BBM sulit diperoleh, distribusi material ikut terhambat dan biaya angkut meningkat. Ditambah lagi dengan kelangkaan semen, harga kebutuhan material ikut melonjak sehingga progres realisasi kegiatan pembangunan mengalami keterlambatan," katanya.


    Helmi juga mengungkapkan bahwa para pendamping desa yang setiap hari bertugas mendampingi pelaksanaan program pembangunan di lapangan mengalami kendala mobilitas akibat sulit memperoleh BBM. Waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat, kata dia, justru banyak tersita untuk mengantre bahan bakar.


    Karena itu, ia meminta Pemerintah Aceh, Pertamina, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM dan semen.


    "Kami berharap Pemerintah Aceh bersama Pertamina dan seluruh pihak terkait segera melakukan langkah cepat dan terukur untuk menjamin ketersediaan BBM serta menstabilkan distribusi dan harga semen di Aceh. Masyarakat membutuhkan solusi nyata agar aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan pembangunan desa dapat kembali berjalan normal," tegasnya.


    Helmi menambahkan, pembangunan gampong merupakan salah satu ujung tombak pemerataan pembangunan di Aceh. Oleh sebab itu, kelancaran distribusi BBM dan material bangunan harus menjadi perhatian bersama agar target pembangunan desa tidak mengalami keterlambatan.


    Pernyataan tersebut disampaikan Helmi Dharmawan kepada awak media saat ditemui di salah satu warung kopi di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Selasa pagi (28/7/2026).


    Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)

    Editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini