Elitnesia.id|Bireuen ,– Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen, Aceh, memperluas jejaring pendidikan Islam bertaraf internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR) Malaysia.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Meeting Room Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen, Rabu (29/7/2026), dan ditandatangani langsung oleh Pimpinan Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen, Abiya Prof. Dr. H. Saifullah, S.Ag., M.Pd., bersama Rektor IKDAR Malaysia, Prof. Dr. Muhammad Faizal bin Tahiruddin.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan Islam, riset, serta pengembangan sumber daya manusia antara Indonesia dan Malaysia.
Ruang lingkup kerja sama meliputi program pertukaran santri internasional, pelatihan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran tenaga pendidik, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, hingga berbagai program kolaboratif lainnya yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan kedua institusi.
Abiya Prof. Dr. H. Saifullah mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Pesantren Ummulqura Antarabangsa dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, modern, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman serta tradisi keilmuan pesantren.
Menurutnya, kemitraan dengan IKDAR Malaysia akan membuka peluang lebih luas bagi santri maupun tenaga pendidik untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara, meningkatkan kompetensi bahasa asing, memperluas jaringan penelitian, sekaligus mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hubungan kelembagaan. Aceh dan Malaysia, kata dia, memiliki ikatan sejarah, budaya Melayu, bahasa, serta nilai-nilai sosial yang telah terjalin selama berabad-abad.
"Kesamaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan serta mempererat kembali hubungan rumpun Melayu melalui pendidikan, riset, dan pengembangan generasi muda," ujarnya.
Selain memiliki kedekatan budaya, Aceh dan Malaysia juga dipersatukan oleh identitas sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi ajaran Islam. Sejak masa awal penyebaran Islam di Asia Tenggara, hubungan keilmuan ulama Aceh dan Semenanjung Melayu telah melahirkan jaringan dakwah, karya intelektual, dan pusat-pusat pendidikan yang berpengaruh di kawasan.
Abiya Saifullah menambahkan, kedekatan geografis kedua wilayah yang sama-sama berada di kawasan Selat Malaka juga menjadi faktor strategis dalam membangun kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
"MoU ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua bangsa sekaligus memperkuat posisi Indonesia dan Malaysia sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara," katanya.
Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan jajaran pimpinan IKDAR Malaysia, di antaranya Prof. Madya Dato' Haji Muhammad Asri bin Abdullah, Tuan Syed Mohammad bin Syed Zakaria, Dr. Ahmad Muzammil bin Mohammad Shapawi, Puan Siti Norlina binti Samad, serta Datin Norraziah binti Mohm Zamzam.
Dari pihak Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen hadir Direktur Pesantren Waled Qamar Syafawi, M.Pd., Kepala MA Ummulqura Indonesia Ustadz Syaukani, S.Pd., Wakil Kepala MA Ustadz Islahul Umam, Kepala SMP Islam Ummulqura Indonesia Muhibuddin, S.Pd., Dr. Dhiauddin, M.Pd., Dr. Diana, M.Pd., Hj. Fauzah, S.KM., Tina Levia, S.Pd., M.Pd., serta seluruh tenaga pendidik Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen.
Melalui kemitraan ini, kedua lembaga optimistis mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa internasional untuk berkontribusi bagi kemajuan umat dan peradaban Islam di tingkat global.
Redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar