• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Azhari Cage Biayai Pemulangan Warga Langsa Korban Scam di Kamboja

    11 Agustus 2026, 00:14 WIB Last Updated 2026-08-10T17:14:08Z

     

    Senator Aceh Azhari Cage mendampingi Sukardi, warga Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, setelah tiba di Jakarta dari Kamboja, Senin (10/8/2026). Azhari Cage membantu membiayai proses pemulangan Sukardi yang sebelumnya menjadi korban penipuan pekerjaan (scam) di Kamboja.


    Elitnesia.id|Jakarta,- Senator asal Aceh, Azhari Cage, membantu membiayai pemulangan Sukardi (33), warga Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, yang menjadi korban penipuan pekerjaan (scam) di Kamboja.


    Sukardi diketahui telah berada di Kamboja selama sekitar delapan bulan. Selama empat bulan bekerja, ia mengaku tidak menerima upah hingga akhirnya melarikan diri dan mencari bantuan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.


    Sejak Mei 2026, Sukardi kemudian ditampung di tempat perlindungan yang berada di bawah penanganan KBRI Phnom Penh sembari menunggu proses pemulangan ke Indonesia.


    Azhari Cage mengatakan, dirinya mengetahui kondisi Sukardi setelah dihubungi pihak keluarga yang meminta bantuan agar Sukardi dapat dipulangkan ke Aceh.


    “Saya dihubungi saudara Sukardi untuk meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke Aceh dari Kamboja,” kata Azhari Cage.


    Untuk memastikan informasi tersebut, Azhari kemudian menghubungi pihak KBRI di Kamboja, termasuk Dadang, guna memastikan keberadaan Sukardi.


    “Karena takut terjadi penipuan, saya menghubungi KBRI di Kamboja, Pak Dadang, untuk memastikan apakah benar ada warga Langsa, Aceh, bernama Sukardi yang sedang ditampung di KBRI,” ujarnya.


    Setelah dilakukan pengecekan, pihak KBRI membenarkan bahwa Sukardi berada di tempat penampungan tersebut.


    Azhari kemudian meminta pihak KBRI membantu mengurus seluruh administrasi kepulangan Sukardi sekaligus pembelian tiket pesawat. Seluruh biaya administrasi dan tiket tersebut ditanggung oleh Azhari Cage.


    Sukardi dijadwalkan bertolak dari Phnom Penh menuju Jakarta pada Senin (10/8/2026) menggunakan maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ-475. Pesawat dijadwalkan tiba di Jakarta sekitar pukul 19.10 WIB.


    Setibanya di Jakarta, Sukardi dijemput dan selanjutnya difasilitasi untuk menginap sementara di Kantor Perwakilan Aceh di Jakarta. Kebutuhan tersebut juga dibantu pembiayaannya sebelum Sukardi melanjutkan perjalanan menuju Aceh menggunakan bus.


    Sukardi sebelumnya berangkat dari Langsa pada Desember 2025. Ia mengaku awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai tukang pangkas rambut di Selangor, Malaysia.


    Menurut penuturannya, tiket perjalanan telah disiapkan oleh orang yang menjanjikan pekerjaan tersebut. Sukardi kemudian diarahkan untuk menaiki pesawat dengan alasan akan transit.


    Namun, pesawat yang ditumpanginya justru mendarat di Phnom Penh, Kamboja.


    Setelah berada di Kamboja, Sukardi kemudian bekerja selama beberapa bulan. Namun, selama sekitar empat bulan bekerja, ia mengaku tidak mendapatkan pembayaran sebagaimana yang dijanjikan.

    Baca juga : 

    Azhari Cage Gunakan Dana Pribadi Rp10 Juta untuk Bantu Pemulangan Jenazah Warga Bireuen dari Bekasi


    Kondisi tersebut membuat Sukardi akhirnya melarikan diri dan mencari pertolongan hingga kemudian mendapat perlindungan dari pihak KBRI Phnom Penh.


    Azhari Cage mengingatkan masyarakat Aceh agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi pesan.


    Ia meminta masyarakat terlebih dahulu memastikan legalitas perusahaan, identitas perekrut, jenis pekerjaan, lokasi kerja, serta dokumen perjalanan sebelum berangkat ke luar negeri.


    “Saya ingin mengingatkan masyarakat Aceh agar berhati-hati jika ada tawaran pekerjaan melalui WhatsApp, Facebook atau media sosial lainnya. Jangan sampai menjadi korban seperti saudara Sukardi,” kata Azhari.


    Menurut dia, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar atau proses keberangkatan yang mudah dapat menjadi pintu masuk tindak penipuan dan eksploitasi tenaga kerja.


    Ia juga mengimbau calon pekerja migran agar menggunakan jalur resmi dan memastikan seluruh proses keberangkatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


    “Jangan mudah percaya dan jangan berangkat sebelum semuanya benar-benar jelas. Pastikan pekerjaan dan perusahaan yang menawarkan sudah terverifikasi,” ujarnya.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini