• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Guru MIN 3 Bireuen Jadi Garda Terdepan, Bantu Murid Menyeberang di Tengah Padatnya Jalur Nasional

    13 Agustus 2026, 14:07 WIB Last Updated 2026-08-13T07:07:20Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen ,– Pemandangan sejumlah guru membantu murid menyeberangi jalan setiap pagi dan saat jam pulang sekolah kembali terlihat di ruas Jalan Lintas Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan MIN 3 Bireuen, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Kamis (13/8/2026).


    Aksi tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bentuk kepedulian guru terhadap keselamatan peserta didik yang setiap hari harus melintasi jalan nasional dengan arus kendaraan cukup padat.


    Kondisi lalu lintas di kawasan tersebut saat ini semakin membutuhkan perhatian. Antrean kendaraan dari arah timur maupun barat masih terjadi karena sistem buka-tutup lalu lintas diberlakukan menyusul pekerjaan perbaikan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kutablang.


    Kepala MIN 3 Bireuen, Drs. Muzakkir, mengatakan sejumlah guru piket memang diwajibkan berada di sekitar akses sekolah pada pagi hari dan ketika murid pulang untuk membantu memastikan anak-anak dapat menyeberang dengan aman.


    “Setiap pagi dan saat anak-anak pulang, guru piket kami selalu membantu menyeberangkan murid. Ini kami lakukan karena kondisi jalan cukup padat, apalagi sekarang lalu lintas masih buka-tutup akibat perbaikan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum,” ujar Muzakkir kepada pewarta.



    Menurut Muzakkir, pengamanan di kawasan tersebut selama ini juga mendapat dukungan dari aparat keamanan, baik kepolisian maupun TNI. Namun, dengan tingginya aktivitas kendaraan dan kondisi lalu lintas yang belum sepenuhnya normal, pengawasan tetap perlu diperkuat.




    “Kami berterima kasih kepada pihak keamanan, baik polisi maupun TNI, yang selama ini ikut membantu. Namun kami berharap dukungan dan pengamanan di kawasan sekolah dapat terus ditingkatkan demi keselamatan anak-anak,” katanya.


    Pada Kamis (13/8/2026), sejumlah guru terlihat langsung berada di tepi jalan. Di antaranya Wahyu, S.Pd. dan Amrullah, S.Pd., yang sibuk mengatur dan membantu murid menyeberang saat kendaraan melintas dari kedua arah.


    Kehadiran guru di tengah kepadatan lalu lintas tersebut menunjukkan bahwa keselamatan murid tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama dari orang tua, pengguna jalan dan aparat keamanan.


    Kepala MIN 3 Bireuen juga mengimbau kepada seluruh wali murid agar mengantar dan menjemput anak tepat waktu.


    Menurutnya, ketepatan waktu orang tua sangat penting agar murid tidak terlalu lama menunggu di sekitar ruas jalan nasional yang saat ini memiliki tingkat risiko lebih tinggi akibat antrean kendaraan.


    “Kami berharap wali murid dapat mengantar dan menjemput anak tepat waktu. Jangan sampai anak-anak terlalu lama menunggu di pinggir jalan. Keselamatan mereka menjadi prioritas kita bersama,” tegas Muzakkir.


    Ia juga mengingatkan agar persoalan lalu lintas tidak menimbulkan konflik antara guru dengan pengguna jalan.


    Muzakkir mengakui, dalam menjalankan tugas membantu anak menyeberang, pernah terjadi perbedaan pendapat dengan sopir atau pengguna jalan. Namun, persoalan tersebut selalu diarahkan untuk diselesaikan secara positif dan tidak berkembang menjadi pertengkaran.


    “Pernah ada persoalan dengan sopir atau pengguna jalan, tetapi kami berusaha membawanya ke arah yang positif. Masak guru harus bertengkar dengan pengguna jalan hanya karena sedang membantu anak-anak menyeberang,” ujarnya.


    Pihak sekolah berharap perhatian terhadap kawasan pendidikan tersebut tidak hanya meningkat ketika terjadi kecelakaan. Pengaturan lalu lintas, keberadaan petugas keamanan dan kesadaran pengguna jalan dinilai sangat penting, terutama selama pekerjaan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum masih berlangsung.


    Sekolah juga meminta para pengemudi yang melintasi kawasan MIN 3 Bireuen untuk mengurangi kecepatan dan memberikan kesempatan kepada anak-anak menyeberang ketika berada di sekitar akses sekolah.


    Bagi para guru, berdiri di pinggir jalan setiap pagi dan siang bukanlah tugas tambahan yang ringan. Namun, di tengah keterbatasan kondisi lalu lintas, mereka memilih turun langsung karena keselamatan murid tidak boleh dipertaruhkan.


    “Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Kami akan terus membantu mereka menyeberang. Kami hanya berharap semua pihak, termasuk pengguna jalan dan orang tua, ikut menjaga keselamatan mereka,” tutup Muzakkir.


    Reporter : Muhammad Idris ( Amat Asah Parang)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini