• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kapolres Bireuen Raih Penghargaan Penggerak Literasi Digital Kamtibmas 2026

    12 Agustus 2026, 10:25 WIB Last Updated 2026-08-12T03:25:58Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen ,– Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., mendapat penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026 atas kontribusinya dalam mendorong pemanfaatan ruang digital sebagai sarana edukasi, komunikasi, serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat.


    Informasi mengenai penghargaan tersebut kembali disampaikan melalui media sosial anggota Polri, Kapolsek Peusangan Iptu Reza, S.E., pada Rabu (12/8/2026). Unggahan tersebut menampilkan momen Kapolres Bireuen menerima piagam penghargaan dalam sebuah kegiatan literasi yang digelar di Jakarta.


    Berdasarkan keterangan pada publikasi tersebut, penghargaan diberikan dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV, melalui agenda bertajuk “Wicara Publik: Dari Pertemuan Menuju Gerakan” dengan tema “Meneguhkan Keberlanjutan Jejaring Penyair Indonesia.”


    Piagam penghargaan diserahkan oleh Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Sasadu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).


    Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas inisiatif dan kontribusi Kapolres Bireuen dalam menggerakkan literasi digital, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui berbagai kanal digital.


    Literasi Digital Jadi Jembatan Kamtibmas


    Di tengah semakin kuatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan masyarakat, literasi digital dinilai memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat.


    Melalui pendekatan literasi digital, pesan-pesan kepolisian mengenai keamanan, ketertiban, kewaspadaan, pencegahan kejahatan serta penggunaan media sosial secara bijak dapat disampaikan dengan cara yang lebih luas, kreatif dan mudah diterima masyarakat.


    Konsep tersebut sejalan dengan pesan yang ditampilkan dalam publikasi penghargaan tersebut: “Literasi Digital Kamtibmas untuk Masyarakat yang Lebih Aman dan Cerdas.”


    Bagi jajaran kepolisian, ruang digital tidak lagi sekadar menjadi tempat berbagi informasi. Media sosial telah berkembang menjadi ruang komunikasi publik yang dapat digunakan untuk membangun kesadaran, memperkuat hubungan polisi dengan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


    Penghargaan yang diterima Kapolres Bireuen sekaligus memperlihatkan bahwa tugas menjaga kamtibmas dapat dilakukan melalui pendekatan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.


    Dari Kamtibmas ke Literasi Masyarakat


    Langkah tersebut juga menempatkan literasi digital sebagai bagian dari pendekatan kepolisian yang lebih humanis. Pesan kamtibmas tidak hanya disampaikan secara konvensional, tetapi dapat dikemas melalui konten edukatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat.


    Dengan cara tersebut, masyarakat diharapkan semakin mampu memilah informasi, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.


    Penguatan literasi digital juga menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang berlangsung sangat cepat. Badan Bahasa sendiri dalam rangkaian PPN XIV menekankan pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi dalam memperkuat ekosistem literasi dan kebudayaan.


    Penghargaan kepada Kapolres Bireuen itu akhirnya bukan sekadar seremoni pemberian piagam. Lebih jauh, apresiasi tersebut menjadi penanda bahwa literasi, teknologi dan keamanan masyarakat dapat berjalan beriringan ketika ruang digital dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi yang positif.


    Dari Bireuen, pesan itu menjadi semakin jelas: menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan di jalan dan lingkungan masyarakat, tetapi juga di ruang digital tempat jutaan informasi beredar setiap hari.



    Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)

    Editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini