Elitnesia.id|Takengon — Final Pacuan Kuda Tanoh Gayo di Lapangan Pacuan Kuda H.M. Hasan Gayo, Belang Bebangka, Aceh Tengah, Minggu (30/8/2026), berlangsung meriah. Ribuan warga memadati arena, menjadikan event tradisi Tanoh Gayo itu sebagai magnet hiburan masyarakat.
Namun, di balik gemuruh sorak penonton dan ketatnya persaingan di lintasan, sejumlah persoalan justru mencuri perhatian.
Harga lapak yang mencapai Rp13 juta dan fasilitas toilet tanpa air menjadi sorotan tajam.
Sejumlah pelaku usaha mengeluhkan mahalnya biaya lapak. Salah satu penyedia wahana permainan mengaku membayar Rp1,5 juta untuk satu minggu, tetapi hingga hari terakhir pendapatannya baru sekitar Rp800 ribu, belum dikurangi biaya transportasi dan operasional.
Lebih mencolok, penyedia wahana lainnya mengaku membayar Rp13 juta untuk lapak berukuran 20 x 20 meter, bahkan biaya tersebut disebut belum termasuk penerangan. Pelaku usaha masih harus menanggung sendiri biaya transportasi dan kebutuhan operasional.
Di sisi lain, ribuan pengunjung juga harus berhadapan dengan persoalan fasilitas dasar. Toilet disebut tidak memiliki air yang memadai, sementara kebutuhan air bagi pengunjung di tengah padatnya arena menjadi keluhan tersendiri.
Padahal, event sebesar pacuan kuda Tanoh Gayo bukan hanya membutuhkan tontonan spektakuler, tetapi juga sanitasi, air bersih, kenyamanan dan tata kelola lapak yang layak.
Sejumlah pejabat turut hadir menyaksikan final, di antaranya Danrem Brigjen Ali Imran, Bupati Aceh Tengah dan Kapolres Aceh Tengah.
Pacuan kuda memang sukses mendatangkan ribuan warga dan menghidupkan ekonomi sekitar. Tetapi kemeriahan itu kini menyisakan pertanyaan besar: apakah besarnya antusiasme masyarakat sudah diimbangi dengan kualitas pelayanan dan pengelolaan event yang sepadan?
Tradisi Tanoh Gayo patut dibanggakan. Namun, jangan sampai arena megah dan ribuan penonton justru menyisakan cerita tentang lapak selangit dan toilet tanpa air.
Meriah di lintasan, tetapi sejumlah catatan serius masih menunggu jawaban di balik arena.
Reporter : Muhammad Idris


Tidak ada komentar:
Posting Komentar