Elitnesia.id|Bireuen,— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Bireuen, Aceh, di tingkat nasional. Kampung Zakat Gampong Pulo Siron, Kecamatan Kuta Blang, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk kategori “Highest Social & Mustahik Impact”, dengan capaian skor 93 dari 100.
Penghargaan tersebut diraih atas hasil kolaborasi program pemberdayaan bersama LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI dan diterima oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.
Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Kuliah Bersama UIN Salatiga, Jawa Tengah, yang turut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Agama serta perwakilan lembaga amil zakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Penetapan Gampong Pulo Siron sebagai penerima penghargaan tidak terlepas dari perjalanan panjang pemulihan masyarakat setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang. Bencana itu berdampak terhadap sekitar 70 persen wilayah persawahan, sementara hanya sekitar 10 persen lahan yang masih dapat dikategorikan produktif.
Dari kondisi tersebut, program pemulihan aset produktif kemudian dijalankan melalui pengembangan peternakan bebek berbasis keterampilan lokal. Program tersebut didukung ketersediaan kandang serta pengelolaan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang diarahkan secara efektif dan tepat sasaran.
Program pemberdayaan ini menyasar 20 anggota Kelompok Peternak Sejahtera yang terdiri atas petani, perempuan, ibu rumah tangga dan pemuda setempat.
Pelaksanaannya dirancang secara bertahap selama tiga tahun. Tahun pertama difokuskan pada pemulihan kandang dan peningkatan produksi telur. Tahun kedua diarahkan pada peningkatan populasi ternak sekaligus perluasan pasar. Sedangkan tahun ketiga menitikberatkan pada regenerasi ternak serta pembentukan koperasi atau unit usaha kelompok.
Rangkaian program tersebut diarahkan untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan, mulai dari pemulihan pascabencana, peningkatan pendapatan keluarga hingga terbentuknya aset produktif bagi masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi lintas lembaga yang terjalin selama proses pembinaan Kampung Zakat.
“Penghargaan ini berkat kerja sama yang solid antara Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dengan Badan Amil Zakat Nasional, ditambah dukungan penuh dari LAZNAS Yayasan Salam Setara Amanah Nusantara. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci keberhasilan program di Gampong Pulo Siron, mulai dari pemulihan pascabencana hingga terbentuknya aset produktif yang berkelanjutan bagi mustahik,” jelasnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen untuk mengembangkan pengelolaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Gampong Pulo Siron meraih penghargaan Kampung Zakat tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas ditetapkannya Gampong Pulo Siron sebagai Kampung Zakat. Ini adalah hasil kerja keras masyarakat, pendampingan yang konsisten, serta proses yang dijalankan sesuai prosedur dan tata kelola yang benar, sehingga layak menjadi contoh bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat produktif yang dilakukan secara tertib, disertai pendampingan dan pengawasan yang baik, dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Capaian Gampong Pulo Siron juga menjadi bagian dari hasil pembinaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dalam mendorong pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat.
Program Kampung Zakat tersebut memberikan dampak sosial bagi para mustahik melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat serta penguatan solidaritas sosial di tingkat gampong.
Keberhasilan itu merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional dan lembaga amil zakat dalam merancang serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Model pengelolaan zakat produktif yang dikembangkan di Gampong Pulo Siron diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen maupun daerah lain di Aceh dalam mengembangkan program pemberdayaan berbasis zakat secara berkelanjutan.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar