Elitnesia.id|Banda Aceh,— Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Banda Aceh menyatakan keprihatinan atas dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang siswa SMAN 3 Banda Aceh pada Jumat, 18 September 2026.
Dalam pernyataannya, IPNU Kota Banda Aceh menyebut dugaan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para siswa untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.
IPNU menilai kekerasan di lingkungan sekolah bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta semangat pendidikan yang menjunjung tinggi akhlak, penghormatan, dan sikap saling menghargai.
Menurut IPNU, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak mengenai pentingnya penguatan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
IPNU Kota Banda Aceh juga menyampaikan dukungan terhadap langkah pihak SMAN 3 Banda Aceh yang telah memberikan sanksi kepada lima siswa yang disebut terbukti terlibat dalam kejadian tersebut.
Langkah itu dinilai sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan agar terbebas dari kekerasan. IPNU berharap penanganan terhadap kasus serupa dapat dilakukan secara serius dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Selain itu, IPNU Kota Banda Aceh mendorong proses hukum yang kini ditangani Unit IV PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh agar berjalan secara adil, transparan, dan tuntas sesuai dengan ketentuan hukum.
IPNU berharap proses tersebut dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Di sisi lain, IPNU mengajak para pelajar agar lebih bijak dalam memilih lingkungan pergaulan. Para pelajar didorong untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti organisasi kesiswaan, organisasi pelajar, olahraga, seni, literasi, maupun kegiatan sosial.
Menurut IPNU, lingkungan pergaulan yang sehat dan produktif dapat menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter serta membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan kondusif.
IPNU Kota Banda Aceh juga menyampaikan doa dan harapan agar korban segera pulih, baik secara fisik maupun psikologis.
“IPNU akan terus mengawal kasus ini hingga ada penyelesaian yang adil bagi korban,” demikian pernyataan IPNU Kota Banda Aceh.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar