Elitnesia.id|Kuala Lumpur, Malaysia – Mahasiswa Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Aceh (UIA) melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan KPM Terpadu di Malaysia selama 20 hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Islam Aceh dalam memberikan pengalaman pembelajaran internasional sekaligus memperkuat kompetensi profesional mahasiswa.
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Selama berada di Malaysia, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan praktik, observasi, diskusi, dan pengenalan terhadap dunia kerja pada dua lembaga, yaitu Pewarisan Sdn Bhd di Kuala Lumpur dan My Pusaka di Negeri Sembilan.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Aceh, M. Iqbal, Lc., M.Ag., CPM, serta pimpinan kedua lembaga mitra di Malaysia, yaitu CEO Pewarisan Sdn Bhd, Khairulnizam bin Mustafa Kamal, dan CEO My Pusaka, Khairulazman bin Mustafa Kamal.
Belajar Langsung Praktik Hukum Keluarga dan Kewarisan
Bagi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, kegiatan PPL ini memberikan pengalaman berharga untuk memahami praktik hukum keluarga dan pengelolaan harta pusaka dalam konteks masyarakat Malaysia.
Melalui kegiatan di Pewarisan Sdn Bhd Kuala Lumpur dan My Pusaka Negeri Sembilan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung berbagai persoalan yang berkaitan dengan kewarisan, harta pusaka, pengelolaan aset, serta pelayanan kepada masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membandingkan teori dan konsep hukum Islam yang dipelajari di perguruan tinggi dengan praktik yang berkembang di Malaysia. Hal ini sekaligus memperluas perspektif mahasiswa terhadap dinamika hukum keluarga dan kewarisan di tingkat regional.
Mahasiswa Ekonomi Syariah Mendapat Pengalaman Profesional
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah FEBI mendapatkan kesempatan untuk memahami praktik pengelolaan lembaga, pelayanan masyarakat, serta aspek ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan harta dan aset.
Kegiatan lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori ekonomi syariah dengan realitas praktik profesional. Mahasiswa juga dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, administrasi, analisis, pelayanan, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah.
Dengan demikian, PPL dan KPM tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga menjadi proses pembentukan keterampilan profesional mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Dekan Fakultas Syariah: Pengalaman Internasional Sangat Penting
Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Aceh, M. Iqbal, Lc., M.Ag., CPM, menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL dan KMP Terpadu di Malaysia merupakan langkah penting dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang diperoleh di ruang kuliah diterapkan dalam lingkungan profesional dan masyarakat yang berbeda.
“PPL dan KPM Terpadu di Malaysia memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung praktik hukum keluarga, kewarisan, pengelolaan harta pusaka, dan aktivitas kelembagaan dalam perspektif yang lebih luas. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang kompeten, adaptif, profesional, dan memiliki wawasan global,” ujar M. Iqbal.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Universitas Islam Aceh untuk mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, syariat Islam, pengalaman praktis, serta wawasan global.
Memperkuat Hubungan UIA dengan Lembaga di Malaysia
Kegiatan PPL dan KPM Terpadu ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Islam Aceh dengan berbagai institusi profesional di Malaysia.
CEO Pewarisan Sdn Bhd, Khairulnizam bin Mustafa Kamal, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan mahasiswa UIA di lembaganya. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dunia akademik dengan praktik profesional di bidang pengelolaan harta pusaka.
Sementara itu, CEO My Pusaka, Khairulazman bin Mustafa Kamal, juga menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Islam Aceh di Negeri Sembilan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat praktik pengelolaan pusaka serta dinamika pelayanan masyarakat dalam lingkungan profesional di Malaysia.
Kerja sama dan interaksi antara UIA dengan kedua lembaga tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai bentuk kegiatan akademik dan profesional, termasuk magang mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pengetahuan, seminar, serta pengembangan sumber daya manusia.
Membentuk Mahasiswa Berwawasan Global
Selama 20 hari melaksanakan PPL dan KMP Terpadu di Malaysia, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan profesional, tetapi juga mendapatkan pengalaman sosial dan budaya. Interaksi dengan lingkungan masyarakat dan lembaga di Malaysia menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dan berkomunikasi dalam lingkungan internasional.
Universitas Islam Aceh berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbuka. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, keterampilan praktis, integritas, kemampuan komunikasi, serta wawasan internasional.
Pelaksanaan PPL dan KPM Terpadu di Malaysia selama 20 hari ini menjadi salah satu langkah nyata Universitas Islam Aceh dalam memperluas jejaring internasional dan menghadirkan model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Syariah dan FEBI Universitas Islam Aceh dalam mempersiapkan lulusan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai syariat Islam, kompetensi profesional, dan wawasan global dalam menghadapi tantangan masa depan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar