Elitnesia.id|Bireuen – Akademisi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), Machfud Azhari, SE., M.S.M, menyoroti penggunaan sekitar 500 unit mobil operasional Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aceh yang berplat BK (Sumatera Utara). Ia menilai langkah tersebut tidak mencerminkan komitmen BSI dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui kontribusi pajak kendaraan bermotor di Aceh.
“Dengan jumlah kendaraan sebanyak itu, seharusnya pajaknya masuk ke kas daerah dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Aceh. BSI sebagai bank syariah terbesar yang beroperasi di Aceh mestinya menunjukkan keberpihakan nyata kepada daerah, bukan justru mengalihkan potensi pajak ke provinsi lain,” tegas Machfud Azhari di Bireuen, Kamis (2/10/2025).
Selain persoalan kendaraan, Machfud Azhari juga mengingatkan pentingnya peran serta putra-putri Aceh di tubuh BSI, khususnya pada posisi strategis. Menurutnya, pemberdayaan sumber daya manusia lokal akan menciptakan keterlibatan nyata, transfer pengetahuan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap BSI.
“BSI harus memberi ruang yang lebih besar bagi generasi muda Aceh di level manajerial dan strategis. Jika hal ini dilakukan, maka keberadaan BSI akan benar-benar dirasakan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi Aceh, bukan sekadar institusi bisnis yang mengambil keuntungan,” tutupnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar