• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (561) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (81)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Stand Peudada Hadirkan Keukarah di Pembukaan Pekan Kebudayaan Bireuen

    08 Oktober 2025, 01:12 WIB Last Updated 2025-10-07T18:12:28Z

     

    Pengunjung menikmati suasana di stand Kecamatan Peudada yang menampilkan pembuatan kue tradisional keukarah pada malam pembukaan Pekan Kebudayaan Bireuen ke-26, Selasa (7/10/2025). Kue khas dari Gampong Matang Pasi itu pernah mewakili Kabupaten Bireuen pada ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).

    Elitnesia.id|Bireuen – Malam pembukaan Pekan Kebudayaan Bireuen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen ke-26 berlangsung meriah, Selasa (7/10/2025). Acara yang dibuka secara resmi di arena Expo UMKM dan Pameran Ekonomi Kreatif itu menampilkan beragam stand dari setiap kecamatan, masing-masing membawa ciri khas budaya dan produk unggulan daerahnya.


    Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stand Kecamatan Peudada yang menampilkan kue tradisional keukarah, camilan khas Aceh yang renyah dan beraroma harum. Keukarah buatan warga Gampong Matang Pasi ini tak hanya menjadi ikon kuliner lokal, tetapi juga pernah mewakili Kabupaten Bireuen pada ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) tahun lalu.


    Anggota TP PKK Gampong Matang Pasi, Kecamatan Peudada, sedang menggoreng kue tradisional keukarah di stand Peudada pada malam pembukaan Pekan Kebudayaan Bireuen ke-26, Selasa (7/10/2025). 


    Keuchik Gampong Matang Pasi, Jamaludin, menjelaskan bahwa keukarah merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat Peudada.


    “Kue ini bukan sekadar makanan, tapi simbol kebersamaan dan warisan budaya. Kami bangga karena keukarah Matang Pasi sudah pernah tampil di tingkat provinsi,” ujarnya.


    Sementara itu, Ketua TP PKK Gampong Matang Pasi, Yuni Sari, bersama anggota PKK terlihat sibuk menyiapkan keukarah dan melayani pengunjung yang ingin mencicipinya. Pada malam pembukaan, seluruh pengunjung yang datang ke stand Peudada diberi kesempatan untuk menikmati keukarah secara gratis.


    Camat Peudada, Erry Seprinaldi, S.STP., S.Sos., M.Si., mengatakan keikutsertaan Peudada dalam Pekan Kebudayaan Bireuen menjadi wujud komitmen dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui produk UMKM.


    “Kami ingin memperkenalkan potensi kuliner tradisional Peudada. Kue keukarah ini tidak hanya enak, tapi juga membawa nilai sejarah dan identitas budaya,” katanya.



    Senada dengan itu, Ketua TP PKK Kecamatan Peudada, Ny. Ida Arini, S.Ked, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi ibu-ibu PKK untuk berinovasi.


    “Lewat momentum ini, para pelaku UMKM bisa saling belajar dan mengembangkan produk lokal agar semakin dikenal,” ungkapnya.



    Suasana malam pembukaan yang penuh cahaya dan antusiasme warga menandai semangat masyarakat Bireuen dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budayanya. Stand Peudada dengan keukarah andalannya menjadi simbol bahwa tradisi dan cita rasa lokal tetap lestari di tengah geliat pembangunan daerah.



    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini