• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (553) Hukum (87) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (353) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Jalan Putus Pascabanjir, Masyarakat Babah Suak Kuta Blang Terancam Terisolasi

    01 Januari 2026, 13:54 WIB Last Updated 2026-01-01T06:54:51Z

     

    Kondisi jalan Sekitar 500 meter  di Gampong Babah Suak, Kecamatan Kuta Blang putus diterjang banjir dan kini sudah rata seperti sungai, ke arah permukiman penduduk.

    Elitnesia.id|Bireuen — Jalan penghubung di Gampong Babah Suak, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, yang putus akibat banjir lebih dari sebulan lalu hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi tersebut membuat warga setempat terancam terisolasi, terutama jika banjir kembali melanda kawasan tersebut.



    Badan jalan sepanjang sekitar 500 meter itu tergerus banjir pada Rabu (26/11/2025) setelah meluapnya Krueng Tingkeum atau Krueng Peusangan. Sejak saat itu, akses utama warga terganggu dan rawan terputus total ketika debit air meningkat.




    Warga menilai, ketiadaan penanganan terhadap jalan putus tersebut memperbesar risiko banjir susulan. Aliran sungai yang kini semakin dangkal membuat air mudah meluap dan mengarah langsung ke jalur jalan yang rusak.



    Seorang warga Cot Me, Safrizal, Kamis (1/1/2026), menyebutkan badan sungai saat ini telah sejajar dengan daratan sehingga tak lagi mampu menahan debit air besar.



    “Kalau air Krueng Tingkeum membesar, langsung masuk ke perkampungan. Jalan yang putus itu menjadi jalur air,” kata Safrizal.



    Ia menambahkan, luapan sungai berpotensi berdampak luas, tidak hanya di Babah Suak, tetapi juga gampong lain di Kecamatan Kuta Blang seperti Cot Me dan Pulo Nga. Bahkan, beberapa gampong di Kecamatan Gandapura, antara lain Cot Baroh, Pulo Awe, Samuti Rayeuk, Samuti Makmur, Samuti Pante, dan Mon Keulayu, juga berpotensi terdampak.



    Safrizal mendesak pemerintah segera mengerahkan alat berat untuk memperbaiki badan jalan sekaligus membangun tanggul penahan air dari Krueng Tingkeum.



    Pantauan di lokasi menunjukkan, aliran sungai kini berada sangat dekat dengan permukiman warga. Putusnya badan jalan membuat akses menuju Mon Keulayu rawan terputus saat banjir kembali terjadi.



    Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera melakukan penanganan agar ancaman bencana lanjutan dapat dicegah dan aktivitas masyarakat kembali normal.



    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini