• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (553) Hukum (87) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (353) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Tahun Baru di Tengah Lumpur, TNI Bersama Guru dan Siswa Bersihkan SMK Negeri 1 Peusangan

    01 Januari 2026, 11:54 WIB Last Updated 2026-01-01T04:54:05Z

     

    Prajurit TNI bersama guru dan siswa membersihkan lumpur sisa banjir di lingkungan SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/1/2026). Gotong royong lintas unsur ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

    Elitnesia.id|Bireuen — Tahun baru 2026 diawali dengan semangat gotong royong di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Puluhan prajurit TNI bersama para guru dan siswa bahu-membahu membersihkan lumpur sisa banjir yang merendam lingkungan sekolah, Kamis (1/1/2026).



    Sekolah tersebut sebelumnya terendam lumpur setinggi lebih dari satu meter. Akibatnya, sejumlah ruang kelas, kantor guru, serta dokumen penting dan buku pelajaran mengalami kerusakan bahkan hilang. Kondisi ini mengancam kesiapan sekolah menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar yang dijadwalkan pada Senin, 5 Januari 2026.


    Personel TNI dari Batalion Infanteri TP 837/KT Kodam V/Brawijaya bersama dinas, guru, dan siswa melakukan pembersihan lumpur sisa banjir di lingkungan SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen. Proses pembersihan dilakukan secara manual hingga menggunakan alat berat untuk mempercepat pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak parah banjir.


    Puluhan personel TNI dari Batalion Infanteri TP 837/KT Kodam V/Brawijaya diterjunkan untuk membantu proses pembersihan. Kegiatan tersebut juga didukung alat berat dari Zidam Iskandar Muda (IM) serta personel Kodim 0111/Bireuen.



    Komandan lapangan kegiatan, Letnan Dua Infanteri Lambangwan, mengatakan bahwa keterlibatan TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak bencana.



    “Fokus kami membantu percepatan pembersihan agar aktivitas pendidikan dapat segera berjalan normal. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Lambangwan di sela kegiatan.



    Di lapangan, para prajurit terlihat bekerja tanpa kenal lelah. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, kereta sorong, hingga papan lebar yang dimodifikasi, mereka membersihkan lumpur basah maupun yang telah mengeras dari ruang kelas hingga halaman sekolah.



    Semangat serupa juga ditunjukkan para guru dan siswa. Mereka membersihkan ruang belajar, ruang guru, serta memilah dokumen dan buku yang masih dapat diselamatkan. Sejumlah siswa, terutama anggota Pramuka, tampak antusias membantu, menyadari pentingnya menyiapkan kembali sekolah mereka.



    Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Joko Trianto, ST, MPd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian semua pihak yang terlibat.


    Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Joko Trianto, ST, MPd, menyampaikan keterangan terkait kondisi sekolah pascabanjir dan upaya pemulihan fasilitas pendidikan, di lingkungan SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen.




    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI yang telah mengerahkan personel dan alat berat. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan di sekolah kami,” ujarnya.



    Kehadiran TNI di tengah lumpur SMK Negeri 1 Peusangan tidak sekadar menjadi aksi pembersihan fisik, tetapi juga simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah keterbatasan pascabencana, gotong royong lintas unsur ini menjadi penguat moral bagi guru dan siswa bahwa mereka tidak berjuang sendiri.


    Guru Pembina Pramuka SMK Negeri 1 Peusangan berkoordinasi dengan personel TNI dan para siswa Pramuka saat kegiatan pembersihan lumpur sisa banjir di lingkungan sekolah, Kabupaten Bireuen. Semangat kepramukaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam upaya pemulihan fasilitas pendidikan.



    Tahun baru di SMK Negeri 1 Peusangan mungkin diawali dengan lumpur, tetapi semangat kebersamaan yang terbangun hari itu menjadi pondasi untuk bangkit—menegaskan bahwa pendidikan tetap menyala, bahkan di tengah cobaan.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini