Elitnesia.id | Bireuen — Warga Gampong Calok, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya setelah jembatan penghubung menuju Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Peudada putus akibat banjir yang melanda wilayah tersebut sepekan lalu. Putusnya akses vital itu membuat aktivitas nelayan dan petani tambak di Gampong Calok serta gampong sekitar, seperti Gampong Matang Pasi, sempat terisolasi.
Jembatan yang ambruk diterjang banjir tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat menuju laut dan kawasan tambak. Selama beberapa hari pascabanjir, nelayan dan petani tambak dari Calok dan Matang Pasi harus menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat maupun perahu sederhana yang dibuat dari pelampung bekas beralas papan kayu.
“Kalau tidak pakai rakit, kami tidak bisa ke tambak atau ke laut. Ini sangat berisiko, tapi tidak ada pilihan lain,” ujar salah seorang nelayan Gampong Calok, Sabtu (17/1/2026).
Melihat kondisi tersebut, warga bersama pemuda dan perangkat gampong bergotong royong membangun jembatan darurat dari batang kayu dan papan seadanya. Meski hanya bersifat sementara, jembatan tersebut kini dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor secara terbatas, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat Calok dan Matang Pasi perlahan kembali berjalan.
Ketua Pemuda Gampong Calok, Muzakir, mengatakan pembangunan jembatan darurat itu murni dilakukan atas inisiatif dan kepedulian warga. “Ini hasil swadaya masyarakat. Yang penting akses bisa dibuka dulu, karena bukan hanya Calok, warga Matang Pasi juga sangat bergantung pada jalur ini,” katanya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Calok, Hardani, menyampaikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong tanpa anggaran khusus. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.
“Jembatan ini sangat vital bagi nelayan dan petani tambak, baik di Gampong Calok maupun Gampong Matang Pasi. Kami berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen agar akses ke TPI Peudada dan laut kembali aman,” ujar Hardani.
Hingga kini, warga masih memanfaatkan jembatan darurat tersebut dengan penuh kehati-hatian, sembari menanti tindak lanjut pemerintah agar akses utama masyarakat pesisir di wilayah Peudada, khususnya Gampong Calok dan Matang Pasi, dapat kembali pulih pascabanjir.
Redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar