Elitnesia.id|Bireuen, — Ratusan anak di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, keracunan makanan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (26/2/2026) sore. Para korban dilaporkan mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah.
Sebagian besar korban awalnya mendapatkan penanganan di UGD Puskesmas Simpang Mamplam. Namun, karena jumlah pasien terus bertambah, sejumlah anak dirujuk ke Puskesmas Pandrah dan Samalanga. Beberapa lainnya langsung dibawa ke RSUD Dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pendataan sementara yang dihimpun media menunjukkan, insiden tersebut dilaporkan terjadi di 18 desa dalam wilayah Kecamatan Simpang Mamplam. Korban terdiri dari balita, anak-anak usia sekolah, serta beberapa warga dewasa yang turut mengonsumsi makanan tersebut.
Salah seorang wali murid dari Desa Meunasah Mamplam yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anaknya mulai mengeluh pusing tidak lama setelah menyantap makanan yang dibawa pulang dari lokasi pembagian.
“Anak saya muntah berkali-kali dan terlihat lemas. Saya langsung membawanya ke puskesmas karena khawatir kondisinya memburuk,” ujarnya.
Menurutnya, paket MBG yang diterima berisi susu, bakso, telur, pisang, kurma, dan makanan penutup.
Seorang kepala desa yang ditemui di ruang UGD Puskesmas Simpang Mamplam menyebutkan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi secara massal di wilayahnya. Ia mengakui sebelumnya sempat ada keluhan dari warga terkait kualitas makanan yang dibagikan.
“Memang ada warga yang mengeluh makanan kurang layak, tetapi tidak sampai menimbulkan gejala seperti ini,” katanya.
Pantauan di lapangan, ambulans dari Puskesmas Simpang Mamplam, Pandrah, dan Samalanga, serta kendaraan ambulans milik lembaga sosial, tampak harus bolak-balik merujuk pasien ke RSUD Dr. Fauziah Bireuen.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia MBG maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Petugas kesehatan masih melakukan observasi dan pendataan terhadap para pasien.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat, yang berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Sumber : Samsul
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar