![]() |
| Iswahyudi. |
Elitnesia.id|Bireuen ,– Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam, resmi menunjuk Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Bireuen periode 2026–2030.
Penunjukan ini bukan sekadar rotasi kepengurusan, melainkan sinyal kuat bahwa PAN Aceh tengah menyiapkan langkah konsolidasi serius menjelang kontestasi politik 2029. Dek Gam dinilai sedang memainkan strategi “figur populer” untuk mendongkrak elektabilitas partai di wilayah yang pernah menjadi basis suara potensial PAN pada awal era reformasi.
Dalam struktur baru, Edi Supriadi dipercaya sebagai Sekretaris, sementara kursi Bendahara diisi oleh Suriya Yunus—anggota DPRK Bireuen—yang dinilai memiliki pengalaman politik dan jaringan legislatif yang matang. Komposisi ini memperlihatkan kombinasi antara energi baru dan pengalaman struktural.
Iswahyudi, yang dikenal luas di kalangan pecinta sepak bola Aceh, menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan berhenti pada seremoni pelantikan. Ia menargetkan konsolidasi total di 17 kecamatan hingga ke tingkat ranting—level yang selama ini kerap menjadi titik lemah partai-partai dalam menjaga militansi kader, tegasnya kepada wartawan Minggu, (15/02/2026)
"Kami tidak ingin PAN hanya hidup saat pemilu. Mesin partai harus menyala setiap hari, sampai ke akar rumput. Konsolidasi hingga ranting adalah harga mati,” tegasnya.
Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun ulang infrastruktur politik PAN di Bireuen yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang agresif. Dengan latar belakang manajerial di dunia olahraga, Iswahyudi diharapkan mampu membawa pendekatan profesional dan disiplin organisasi ke dalam tubuh partai.
Munzir Mustafa, fungsionaris senior PAN, menyebut regenerasi ini sebagai momentum penting. Menurutnya, partai berlambang matahari itu membutuhkan figur muda yang mampu menjembatani pemilih tradisional dengan generasi baru.
"Regenerasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ini tentang arah baru. Di bawah kepemimpinan yang energik, PAN Bireuen punya peluang besar kembali bersinar,” ujarnya.
Namun tantangan yang dihadapi tidak ringan. PAN Bireuen harus bersaing dengan partai-partai lokal Aceh yang memiliki akar ideologis kuat serta jaringan kultural yang mengakar. Tanpa konsolidasi yang nyata dan kerja politik yang terukur, ambisi kebangkitan bisa terhenti di tingkat wacana.
Langkah ini dinilai sebagai strategi penyegaran kepemimpinan partai di tingkat kabupaten, sekaligus memperkuat posisi PAN di Aceh menjelang momentum politik mendatang. Dukungan dari berbagai elemen kader disebut menjadi modal awal untuk membangun mesin partai yang lebih solid dan terorganisir.
Pun demikian, Penunjukan Iswahyudi sekaligus memperlihatkan bahwa Dek Gam tengah memperkuat basis kekuasaan internal PAN Aceh dengan figur-figur loyal dan memiliki daya tarik publik. Jika strategi ini berhasil, Bireuen bisa menjadi salah satu lumbung suara penting bagi PAN di Aceh pada pemilu mendatang.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar