• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Syeh Do Pimpin APDESI Peusangan, Ketua APDESI Bireuen Harap Perkuat Soliditas dan Perjuangan Desa

    16 Februari 2026, 22:38 WIB Last Updated 2026-02-16T15:38:50Z

     

    Ketua APDESI Kecamatan Peusangan terpilih (kanan), Ketua APDESI Kabupaten Bireuen Bahrul Fazal, SH, (tengah), dan Camat Peusangan, Alfian ,S.Sos (kiri) berfoto bersama usai pemilihan Ketua APDESI Kecamatan Peusangan di aula kantor camat, belum lama ini.

    Elitnesia.id|Bireuen,— Syeh Do, Keuchik Gampong Matang Mesjid, terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kecamatan Peusangan dalam pemilihan yang berlangsung damai dan tertib. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting memperkuat konsolidasi desa di tengah tantangan yang kian kompleks.



    Pemilihan diikuti dua kandidat, yakni Fajri, SE, Keuchik Gampong Paya Aboe, dan Syeh Do. Dari 69 desa di Kecamatan Peusangan, sebanyak 63 desa hadir dan menggunakan hak suara.



    Berdasarkan hasil penghitungan suara, Syeh Do memperoleh 33 suara, unggul tipis dari Fajri yang meraih 30 suara. Seluruh tahapan pemilihan berlangsung aman hingga selesai, mencerminkan komitmen para keuchik menjaga marwah organisasi dan menjunjung prinsip demokrasi di tingkat desa.



    Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Peusangan, antara lain Camat, Kapolsek, Danramil, Imum Mukim, serta para keuchik se-Kecamatan Peusangan. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan itu mempertegas bahwa proses pemilihan berjalan terbuka, transparan, dan kondusif.



    Ketua APDESI Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal SH, juga hadir dan memberikan arahan sebelum proses pemilihan dimulai. Ia menegaskan bahwa APDESI harus berdiri tegak sebagai benteng pertahanan gampong dari berbagai kepentingan yang berpotensi merugikan masyarakat desa.



    “APDESI adalah rumah perjuangan desa. Jika kita tidak solid, maka gampong akan menghadapi tekanan sendiri—baik dari sisi regulasi, administrasi, maupun kepentingan luar yang tidak berpihak kepada masyarakat,” ujar Bahrul.



    Ia mengingatkan agar organisasi tidak dijadikan alat kepentingan politik ataupun ruang tarik-menarik kekuasaan. Menurut dia, soliditas dan independensi menjadi kunci agar perjuangan desa tetap berada pada koridor kepentingan masyarakat.



    Bahrul berharap, di bawah kepemimpinan Syeh Do, APDESI Peusangan mampu memperkuat barisan APDESI Kabupaten Bireuen dalam memperjuangkan aspirasi desa di tingkat kabupaten.



    Dengan kepemimpinan baru tersebut, APDESI Peusangan diharapkan tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga hadir sebagai forum yang solid dan konsisten membela kepentingan 69 desa di Kecamatan Peusangan.



    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini